Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hari AIDS Sedunia, Momen Tingkatkan Kepedulian Sesama

A
Penulis: Ainul Hafidz❯
dr Heriris Brilianto, Dokter Klinik Inisiasi Antiretroviral (ARV) dan Staf Medis Rumah Sakit Islam (RSI) Jombang
dr Heriris Brilianto, Dokter Klinik Inisiasi Antiretroviral (ARV) dan Staf Medis Rumah Sakit Islam (RSI) Jombang

SETIAP tanggal 1 Desember digelar peringatan Hari AIDS Sedunia.


Advertisement

Sebagai momentum untuk meningkatkan kepedulian terhadap Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS).

Serta mengurangi stigma yang masih kuat di masyarakat.

Tema peringatan selalu menekankan pentingnya solidaritas, pencegahan, dan akses layanan kesehatan bagi semua orang yang hidup dengan HIV.

Advertisement

Penting dipahami bahwa seseorang dengan HIV dapat tetap sehat dan produktif jika menjalani pengobatan dengan baik sejak dini.

HIV tidak menular melalui bersalaman, berbagi makanan, gigitan nyamuk, batuk, atau tinggal serumah.

HIV hanya menular melalui tiga jalur utama. Pertama, hubungan seksual beresiko.

Advertisement

Kedua, melalui kontak darah termasuk penggunaan jarum suntik tidak steril.

Serta ketiga, penularan dari ibu ke bayi, selama kehamilan, persalinan, atau menyusui.

Beberapa langkah pencegahan dapat dilakukan. Seperti tetap setia pada pasangan dan saling menjaga kesehatan reproduksi.

Mempelajari edukasi tentang seks aman dan bahaya perilaku berisiko.

Menghindari berbagi jarum suntik dalam kondisi apa pun. Melakukan tes HIV secara berkala.

Terutama jika termasuk kelompok risiko. Termasuk bagi ibu hamil sebagai bagian dari skrining kesehatan.

Tes HIV menjadi langkah awal melindungi diri paling efektif untuk mengetahui status kesehatan.

Tes dapat dilakukan di fasilitas kesehatan dengan proses sederhana, aman, rahasia, dan hasil cepat.

Semakin dini seseorang mengetahui status HIV, semakin besar peluang untuk hidup sehat melalui terapi/obat antiretroviral (ARV).

Hari AIDS Sedunia mengingatkan kita bahwa HIV bisa dicegah. Pasien HIV bisa hidup sehat. Dan setiap orang berperan menghentikan penularan.

Dengan edukasi yang benar, dukungan keluarga dan masyarakat, serta layanan kesehatan yang inklusif, kita dapat mewujudkan generasi yang bebas stigma dan semakin sedikit kasus baru.

Penulis:

dr Heriris Brilianto, Dokter Klinik Inisiasi Antiretroviral (ARV) dan Staf Medis Rumah Sakit Islam (RSI) Jombang

 

Advertisement

Artikel Terkait

One Million More Midwives

One Million More Midwives

Momentum Hari Bidan Nasional yang diperingati setiap tanggal 24 Juni tahun ini terasa istimewa karena bertepatan dengan HUT ke-75 Ikatan Bidan Indonesia (IBI).

Bupati Warsubi: Biaya Tak Boleh Hambat Akses Kesehatan

Bupati Warsubi: Biaya Tak Boleh Hambat Akses Kesehatan

Bupati Jombang Warsubi menegaskan keterbatasan biaya tak boleh menghambat akses kesehatan saat menghadiri bakti sosial operasi katarak gratis di RSUD Ploso.

Siap Siaga Jaga Kesehatan Peserta Muktamar

Siap Siaga Jaga Kesehatan Peserta Muktamar

Rumah Sakit Umum Pembinaan Kesejahteraan Umat (RSU PKU) Muhammadiyah Mojoagung turut memberikan dukungan dalam Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas, Desa Tambakrejo, Keca

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer