JombangBanget.id - Imam Masjid Dr H Moeldoko Bandarkedungmulyo, Jombang KH Muhtarom Alhafiz mengingatkan umat Islam menjaga alam merupakan bagian dari tanggung jawab manusia kepada Allah SWT.
Dalam khotbah Jumat di Masjid Annur Satlantas Polres Jombang, Jumat (21/10), ia mengaitkan kerusakan lingkungan dengan perilaku manusia serta mengajak masyarakat mencegah kebakaran dan memulihkan alam.
’’Bencana bukan hanya merusak pepohonan dan tanah. Bencana juga dapat mengancam kesehatan, menghancurkan mata pencaharian, mengganggu pendidikan anak-anak, bahkan merenggut nyawa manusia. Dan semua itu terjadi karena ulah manusia sendiri,’’ tuturnya.
Baca Juga: Disdikbud Jombang Tekankan Keteladanan Guru dan Kepala Sekolah
Allah Ta’ala berfirman di QS Ar-Rum 41. Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia.
Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali ke jalan yang benar.
Kita tahu ada ribuan hektare hutan terbakar. Sejumlah korban meninggal. Ratusan luka berat dan ringan. Gangguang pernafasan mencapai ribuan kasus.
Angka-angka diatas bukan sekadar statistik. Di baliknya ada anak-anak yang kesulitan bernapas lega. Orang tua yang cemas menunggu anaknya di rumah sakit.
Baca Juga: 1. 4.337 Siswa TK di Jombang Diusulkan Terima PIP
Ayah yang kehilangan pekerjaannya karena asap. Serta masyarakat yang harus beraktivitas di tengah ancaman pekatnya asap.
’’Marilah bencana ini kita jadikan pengingat agar kita semakin bertakwa, memperbaiki perilaku, dan bertanggung jawab terhadap alam,’’ ajaknya.
Di antara penyebabnya pembukaan lahan dengan cara membakar. Pembakaran semak yang tidak terkendali. Membuang puntung rokok sembarangan.
Serta meninggalkan api tanpa memastikan bahwa api benar-benar padam.
Motifnya pun beragam. Ada yang ingin menghemat biaya pembukaan lahan.
Mempercepat pekerjaan. Mengejar keuntungan ekonomi, atau sekadar lalai dan tidak memikirkan akibatnya.
Baca Juga: Hobi Keliling Kedai Kopi, Syafril Ingin Excelsa Wonosalam Jombang Naik Kelas
Padahal, akibat kebakaran tidak hanya ditanggung oleh orang yang menyalakan api.
Asapnya dapat menyebar ke permukiman, mengganggu pernapasan, mengancam anak-anak dan orang lanjut usia. Serta merusak lingkungan yang menjadi sumber kehidupan banyak orang.
’’Saudaraku, jangan sampai keuntungan segelintir orang menjadi penderitaan bagi ribuan orang lainnya,’’ ungkapnya.
Jangan sampai demi menghemat biaya, masyarakat harus menghirup asap.
Baca Juga: Jombang Fest 2026 Hadirkan Wayang Kulit Sang Parikesit
Jangan sampai demi keuntungan sesaat, anak-anak kehilangan kenyamanan belajar dan masyarakat kehilangan sumber penghidupan.
Inilah pentingnya kejujuran, amanah, dan tanggung jawab dalam memanfaatkan alam.
Islam mengajarkan bahwa bumi bukan milik kita untuk dirusak sesuka hati. Alam adalah karunia sekaligus amanah yang harus dijaga.
Allah Ta’ala berfirman: Janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah diatur dengan baik (QS Al-A'raf 56).
Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam juga bersabda: Tidaklah seorang muslim menanam pohon atau tanaman, kemudian sebagian hasilnya dimakan burung, manusia, atau hewan, melainkan hal itu menjadi sedekah baginya.
Subhanallah! Menanam pohon bisa menjadi sedekah. Menjaga lingkungan bisa menjadi amal kebaikan.
Baca Juga: Bupati Warsubi Tinjau Proyek Jembatan Bailey Kudubanjar Jombang, Progres Capai 60,17 Persen
Membantu memulihkan alam juga dapat menjadi bentuk kepedulian yang bernilai ibadah.
Karena itu, menjaga lingkungan bukan hanya urusan pemerintah atau petugas kehutanan. Ini adalah tanggung jawab kita bersama.
Islam menganjurkan umatnya untuk menghidupkan tanah mati atau lahan yang tidak dimanfaatkan.
Rasulullah bersabda: Barang siapa menghidupkan tanah mati, tanah itu menjadi miliknya. (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz