JombangBanget.id - Pengasuh Pondok Pesantren Kalimasada, Jombang, KH Fahrudin Siswopranoto, menjelaskan lima keutamaan salat jamaah saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Rabu (9/9).
Ia menyampaikan istiqamah menjalankan salat berjamaah memiliki keutamaan, di antaranya terkait rezeki dan kehidupan akhirat.
’’Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Orang yang istiqamah salat berjamaah akan diberi lima hal,’’ tuturnya.
Baca Juga: Sidang PHI Buruh PT SGS Jombang: Perusahaan Dua Kali Mangkir
Pertama, dibebaskan dari kesempitan rezeki, sehingga rezekinya akan luas. Salat jamaah termasuk amalan pembuka rezeki.
Allah Ta’ala berfirman: Perintahkanlah keluargamu melaksanakan salat dan bersabarlah dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu.
Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Kesudahan yang baik bagi orang yang bertakwa (QS Taha ayat 132).
Ayat ini menunjukkan hubungan erat antara salat, ketakwaan, dan rezeki. Salat bukan sekadar kewajiban, tetapi juga jalan mendekatkan diri kepada Dzat Yang Maha Memberi Rezeki.
Baca Juga: Tiket Pulang Belum Ada, 82 Jemaah Umrah Jombang Tertahan di Arab Saudi
Karena itu, ketika rezeki terasa sempit, jangan sampai salat justru ditinggalkan. Justru pada saat seperti itulah seorang hamba harus memperbaiki salatnya dengan salat berjamaah.
Kedua, selamat dari siksa kubur. Rasulullah bersabda; Barang siapa menjaganya, salat itu menjadi cahaya, bukti dan keselamatan baginya pada hari kiamat.
Salat jamaah yang dijaga dengan istiqamah menjadi bekal besar menghadapi perjalanan akhirat.
Ketiga, menerima catatan amal dengan tangan kanan. Ini tanda mereka bahagia di akhirat.
Allah Ta’ala berfirman: Maka adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kanannya, dia berkata, ‘Ambillah, bacalah kitabku ini.’ Sesungguhnya aku yakin bahwa aku akan menerima perhitungan terhadap diriku.
Maka dia berada dalam kehidupan yang diridai, di dalam surga yang tinggi (QS Al-Haqqah ayat 19–22).
Baca Juga: Debit Air Menurun, Bukit Sintok Wonosalam Jombang Hadapi Lahan Kritis
Keempat, melewati jembatan sirotol mustaqim secepat kilat.
Nabi bersabda; Manusia manusia melewati jembatan sesuai dengan amal mereka; ada yang secepat kilat, ada yang seperti angin, dan ada yang lebih lambat. Bahkan ada yang dengan merangkak.
Kelima, masuk surga tanpa hisab. Nabi bersabda; Ada tujuh puluh ribu orang yang masuk surga tanpa hisab, sifat mereka di antaranya tawakal yang kuat kepada Allah Ta’ala.
Para sahabat Nabi sangat mengutamakan salat jamaah. Abdullah bin Ummi Maktum radiyallahu anhu mengalami kebutaan.
Baca Juga: Selain PKL, FRMJ Juga Soroti Birokrasi dan Perusahaan di Jombang
Dia pernah meminta keringanan kepada Rasulullah untuk salat di rumah karena tidak ada orang yang menuntunnya ke masjid.
Nabi sempat memberikan keringanan. Namun ketika beliau berpaling, Rasulullah bertanya apakah ia mendengar panggilan salat. Ketika dijawab iya, Nabi bersabda: Maka penuhilah panggilan tersebut.
Kisah ini menggambarkan betapa besar perhatian generasi sahabat terhadap salat berjamaah.
Bagi orang yang sehat, memiliki kemampuan berjalan, tidak memiliki uzur, dan mendengar panggilan salat, kisah tersebut menjadi pelajaran agar jangan mudah meninggalkan jamaah hanya karena malas. (jif)
Editor : Ainul Hafidz