
JombangBanget.id — Massa Forum Rembug Masyarakat Jombang (FRMJ) dan PKL mengakhiri aksi kemah di depan Kantor Pemkab Jombang setelah Bupati Warsubi datang menemui mereka, Sabtu (19/9) malam.
Dialog itu membahas sejumlah persoalan yang menjadi tuntutan massa, termasuk pabrik, PKL zona merah, KPRI Sejahtera, kesenian, dan UMKM.
Ketua FRMJ Joko Fattah Rochim mengatakan, keputusan menghentikan aksi diambil setelah pihaknya mendapat titik temu dengan Pemkab Jombang.
Baca Juga: 1.100 Calon Jemaah Umrah Ajukan Refund, Direktur Annisa Ahmada Menghilang
Sejumlah tuntutan yang disampaikan massa juga mendapat respons langsung dari bupati.
”Karena sudah ada titik temu dan bupati sendiri yang datang menemui, maka aksi dihentikan. Tenda sudah dibongkar semua,” ujar Fattah.
Dia menjelaskan, salah satu persoalan yang menjadi perhatian FRMJ adalah polemik keberadaan PT Jianyou dan PT Fuxin.
Menurut Fattah, bupati menyatakan akan mengawal persoalan tersebut. Sementara terkait KPRI Sejahtera, Pemkab Jombang masih menunggu proses hukum yang berjalan.
Bupati disebut menghormati keputusan dan tahapan hukum terkait persoalan tersebut.
Tuntutan lain menyangkut keberadaan pedagang kaki lima (PKL) di zona merah. Fattah menyebut, pemerintah daerah akan menindaklanjuti persoalan tersebut dengan melakukan penindakan secara tegas.
”Terkait PKL tentunya akan ditindaklanjuti dengan melakukan penindakan tegas,” katanya.



