JombangBanget.id – Kebakaran di SMPN 2 Megaluh, Jombang bermula saat listrik tiba-tiba padam ketika seorang guru mengikuti kegiatan melalui Zoom di lobi sekolah, Sabtu (22/8).
Setelah listrik dinyalakan kembali, guru melihat tetesan api dari bagian atas plafon yang diduga berasal dari korsleting kabel listrik lama.
’’Api mulai terlihat pertama kali pukul 13.45 WIB. Dua orang guru melihat adanya percikan dan lelehan api dari atap gedung yang bagian plafonnya telah runtuh. Kebakaran diduga kuat dipicu korsleting listrik,’’ kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMPN 2 Megaluh, Abdul Gofur.
Baca Juga: Student Journalism: Doa Pengemis
Pihak sekolah sempat berupaya melakukan pemadaman secara mandiri menggunakan peralatan yang tersedia. Namun, upaya tersebut belum berhasil mengendalikan kobaran api.
Sekitar pukul 14.20 WIB, petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi dan langsung melakukan penanganan.
Api kemudian berhasil dikendalikan dan dipadamkan seluruhnya dalam waktu sekitar 15 menit.
Gofur memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Kerusakan material terjadi pada bagian struktur atap dan plafon gedung.
Baca Juga: Jelang Muktamar NU di Jombang, Gus Salam Klaim Dukungan Capai 60 Persen
Pihak sekolah juga telah melaporkan kejadian tersebut kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang.
Sementara terkait perbaikan, sekolah masih menunggu hasil koordinasi dengan dinas.
’’Untuk perbaikan masih nunggu koordinasi dulu,’’ imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Eko Sisprihantono, membenarkan kebakaran tersebut diduga berkaitan dengan korsleting listrik.
Menurut Eko, saat kejadian sejumlah guru sedang berada di sekolah karena terdapat kegiatan karnaval desa.
Salah satu guru bahkan sedang mengikuti kegiatan melalui Zoom di lobi sekolah. Ketika itu listrik tiba-tiba padam.
’’Di area lobi itu ada guru yang sedang Zoom. Terus lampunya mati. Setelah dinyalakan, kipas anginnya tidak bisa menyala. Setelah itu dilihat ke luar, ternyata ada tetesan api dari atas,’’ jelasnya.
Baca Juga: Wisuda ke-25 Unipdu Jombang, Perkuat Jejaring Internasional
Setelah dilakukan pengecekan, sumber api diketahui berada di bagian atas plafon, tepatnya pada instalasi kabel listrik lama. Eko menyebut kabel tersebut berukuran kecil dan diduga mengalami korsleting.
’’Kabel lama itu korslet. Hanya di bagian atas saja,’’ ucapnya.
Eko memastikan kebakaran tidak sampai mengakibatkan kerusakan parah pada bangunan maupun barang-barang di dalam sekolah. Rangka atap disebut masih dalam kondisi utuh.
’’Rangka atapnya masih utuh. Tidak ada barang yang terbakar. Aman semua,’’ tegasnya.
Baca Juga: Ada Batara Aswin di Mobil Hias RSUD Jombang, Apa Maknanya?
Dia masih menunggu laporan tertulis dari sekolah yang dijadwalkan disampaikan pada Senin (24/8).
Setelah laporan diterima, dinas akan melihat kebutuhan perbaikan serta kemungkinan penanganan melalui anggaran yang tersedia.
’’Nanti kita lihat laporan tertulis dari SMP. Kalau bisa ditangani dinas, maka akan ditangani dinas jika ada anggarannya,’’ urainya.
Eko memperkirakan nilai kerugian akibat kejadian tersebut tidak terlalu besar, yakni kurang dari Rp 20 juta.
Kendati demikian, pihaknya tetap akan melakukan pengecekan dan menentukan langkah perbaikan berdasarkan kondisi bangunan di lapangan. (wen/jif)
Editor : Ainul Hafidz