
Selasa (7/4) di PP Al-Madienah, Denanyar, Jombang para santri mengikuti pengajian rutin.
KH Muhammad Najib Muhammad Al-Imam selaku pengasuh menyampaikan pentingnya doa.
’’Tidak ada doa yang sia-sia,’’ tuturnya.
Baca Juga: Jelang Muktamar NU di Jombang, Gus Salam Klaim Dukungan Capai 60 Persen
Beliau bercerita, PP Al-Madienah jauh sebelum seperti sekarang mulanya hanya pondok kecil. Dulu sering sekali ada pengemis nyari Abah.
’’Suatu ketika seorang pengemis datang ke sini, tetapi posisinya Abah belum sukses seperti sekarang. Pengemis itu saya jamu dengan makanan, minuman, saya kasih uang dan sarung. Tiba-tiba pengemis itu berdoa tanpa Abah minta. Di situ Abah hanya mengaminkan saja,’’ urainya.
Lantas banyak santri bertanya, ’’Bagaimana isi doanya, Abah?’’
Beliau menjawab, ’’Orang itu berdoa supaya Pondok Al-Madienah bisa syiar ke penjuru Nusantara.’’
Saya berpikir, masuk akal juga. Ini sesuai firman Allah Ta’ala di Quran Surat QS Ghafir 60: ’’Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan bagi kalian.’’
Ayat ini menjadi saksi bahwa tiap doa pasti akan terkabul.
Doa merupakan senjata seorang mukmin dalam setiap permasalahan. Seperti doa pengemis tadi yang menjadi kenyataan.



