Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

15 SMPN di Jombang Masih Kekurangan Siswa, Pemenuhan Pagu Dibuka 3 Juli

Wenny Rosalina • Kamis, 2 Juli 2026 | 06:40 WIB
KONSENTRASI: Siswa SMPN 1 Kabuh, Jombang mengikuti kegiatan di lab komputer. SMPN 1 Kabuh menjadi salah satu sekolah yang masih menyisakan kursi kosong. (Wenny Rosalina/Radar Jombang)
KONSENTRASI: Siswa SMPN 1 Kabuh, Jombang mengikuti kegiatan di lab komputer. SMPN 1 Kabuh menjadi salah satu sekolah yang masih menyisakan kursi kosong. (Wenny Rosalina/Radar Jombang)

JombangBanget.id – Sebanyak 15 SMP Negeri (SMPN) di Kabupaten Jombang mengajukan permohonan pemenuhan pagu pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).

Permohonan tersebut diajukan lantaran masih terdapat sejumlah kursi yang belum terisi pada jalur domisili jarak dan sebaran.

’’Sesuai dengan mekanisme, 15 SMPN mengajukan pemenuhan pagu secara online terlebih dahulu,’’ kata Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Eko Sisprihantono.

Sesuai tahapan SPMB, laporan dan permohonan pemenuhan pagu disampaikan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang pada Rabu (1/7) paling lambat pukul 14.00 WIB.

Baca Juga: Haji yang Semakin Ramah Jamaah

Selanjutnya, dinas akan melakukan analisis permohonan dan penetapan pemenuhan pagu pada 2 Juli. Kemudian membuka pendaftaran seleksi SPMB online pemenuhan pagu pada 3 Juli.

Pendaftaran tersebut berlangsung hingga pukul 15.00 WIB. Pada hari yang sama juga akan diumumkan hasil sementara. Sedangkan hasil seleksi akhir diumumkan 4 Juli.

Peserta yang diterima wajib melakukan daftar ulang dan pemberkasan pada 5 Juli 2026 hingga pukul 15.00 WIB.

Rincian sekolah yang mengajukan pemenuhan pagu; SMPN 2 Megaluh menyisakan satu kursi. SMPN 2 Plandaan kurang delapan kursi.

SMPN Ngusikan 10 kursi. SMPN 2 Bareng 11 kursi. SMPN 1 Wonosalam 12 kursi. SMPN 3 Plandaan memiliki 13 kursi.

SMPN 3 Wonosalam 17 kursi. SMPN 2 Wonosalam 23 kursi. Serta SMPN 1 Kudu 27 kursi yang belum terisi.

Sementara itu, SMPN 1 Kabuh dan SMPN 2 Kabuh masing-masing masih memiliki 32 kursi kosong. Kemudian SMPN 2 Ploso menyisakan 38 kursi.

SMPN 1 Megaluh 39 kursi. SMPN 3 Kabuh 42 kursi. Serta SMPN 1 Plandaan menjadi sekolah dengan sisa pagu terbanyak, 49 kursi.

Terdapat sekolah yang belum mampu memenuhi kuota jalur domisili.

Bahkan SMPN 3 Wonosalam dan SMPN 3 Kabuh belum memperoleh satu pun peserta didik melalui jalur domisili maupun sebaran.

Baca Juga: P-APBD 2026 Jombang Mulai Dibahas, DPRD Prioritaskan Program Bersentuhan Masyarakat

Kekurangan siswa diharapkan bisa ditutup melalui mekanisme pemenuhan pagu.

’’Kami berharap seluruh sisa daya tampung di sekolah-sekolah tersebut dapat terisi setelah tahapan pemenuhan pagu selesai dilaksanakan,’’ ungkapnya.

Jika setelah pemenuhan pagu online dilakukan namun masih ada sisa kuota, maka, sekolah dapat menerima siswa secara offline.

’’Tetap sesuai prosedur, online dulu dipenuhi, kalau masih ada kuota, nanti dibuka melalui jalur offline,’’ bebernya. (wen/jif)

Editor : Ainul Hafidz
#kekurangan siswa #SMPN 1 Kabuh #Jombang #Dinas P dan K Jombang #SMPN