Buntut 259 Siswa Jombang Keracunan, Kepala SPPG Mangunan Dicopot

Achmad RW • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 06:47 WIB
SPPG Mangunan, Kecamatan Kabuh, Jombang. (Achmad RW/Radar Jombang)
SPPG Mangunan, Kecamatan Kabuh, Jombang. (Achmad RW/Radar Jombang)

JombangBanget.id – Kepala SPPG Mangunan, Cakra Rizky Fortuna, dicopot Badan Gizi Nasional (BGN) setelah dugaan keracunan yang dialami 259 siswa SMPN 1 Kabuh, Jombang.

Selain pergantian kepala, operasional SPPG Mangunan juga disetop sementara dan penerima MBG dialihkan ke SPPG lain.

Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Surabaya, Kusmayanti, menegaskan penghentian berlaku sejak Rabu (2/9) atau saat malam kejadian.

Baca Juga: Sidang PHI Buruh PT SGS Jombang: Perusahaan Dua Kali Mangkir

”SPPG Mangunan suspend (nonaktifkan sementara), mulai malam itu, sampai semua persyaratan yang harus dipenuhi terpenuhi,” ujarnya, Rabu (16/9).

Selain di-suspend, posisi Cakra sebagai kepala SPPG juga dicopot. Nantinya akan diganti kepala baru jika dapur kembali diizinkan beroperasi.

”Untuk KaSPPG proses pergantian, sementara menunggu SKEP (surat keputusan) baru serta pengalihan akun-akun,” tegas Kusmayanti.

Karena status masih di-suspend, distribusi MBG dari SPPG Mangunan terhenti. Kusmayanti menyebut penerima manfaat (PM) dialihkan ke SPPG lain.

Baca Juga: Tiket Pulang Belum Ada, 82 Jemaah Umrah Jombang Tertahan di Arab Saudi

”PM pun kami proses pengalihan ke SPPG lain, saat ini sedang proses administrasinya,” tambahnya.

Penghentian distribusi MBG dari SPPG Mangunan dibenarkan Kepala SMPN 1 Kabuh, Suprihadiono.

Menurutnya, sejak kejadian keracunan ratusan siswa Rabu (2/9), esoknya sekolah masih menerima distribusi MBG dari SPPG di bawah naungan Yayasan Sehat Tempat Makan Jakarta itu.

Namun, karena siswa masih trauma, pihak sekolah memilih tidak membagikan makanan.

”Sejak kejadian itu, besoknya atau mulai Jumat (4/9) sudah tidak ada pengiriman lagi sampai sekarang,” tegasnya.

Sebelum dihentikan, setiap harinya sekolah menerima 639 porsi MBG untuk siswa serta 47 guru dan karyawan.

Baca Juga: Debit Air Menurun, Bukit Sintok Wonosalam Jombang Hadapi Lahan Kritis

Suprihadiono berharap jika distribusi MBG kembali berjalan, mutu dan kelayakan makanan sudah dibenahi.

“Kalau memang kami diberi lagi MBG, ya nanti kami serahkan ke anak-anak. Anak-anak kalau mau ya silakan dimakan, kalau enggak ya enggak usah,” tandasnya.

Kasus dugaan keracunan MBG terjadi setelah siswa dan guru SMPN I Kabuh mengonsumsi makanan dari SPPG Mangunan, Rabu (2/9) siang.

Dinas Kesehatan Jombang mencatat 259 warga sekolah mengalami keluhan diare, mual, muntah, hingga lemas.

Hasil laboratorium menunjukkan adanya bakteri E. coli dengan kadar sangat besar, 120 CFU per gram pada menu olahan udang, serta bakteri lain pada sampel nasi dan air galon isi ulang. (riz/naz)

Editor : Ainul Hafidz
Mbg siswa SPPG keracunan Jombang