Ujang Komarudin: Jangan Biarkan NU Dikendalikan Kekuasaan

Anggi Fridianto • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 07:01 WIB
Pengamat politik Ujang Komarudin. (IST)
Pengamat politik Ujang Komarudin. (IST)

JombangBanget.id - Pengamat politik Ujang Komarudin mengingatkan warga Nahdlatul Ulama agar tidak membiarkan NU terkooptasi atau dikendalikan kepentingan kekuasaan politik.

Menjelang Muktamar NU di Jombang akhir Agustus 2026, ia mendorong lahirnya gagasan new NU yang lebih fokus pada pemberdayaan masyarakat di bidang sosial, ekonomi, dan keagamaan.

’’NU tidak bisa dikendalikan oleh kekuasaan atau jaringan yang besar, NU memiliki peran krusial dalam pemberdayaan umat serta menjaga fungsi-fungsi keadilan sosial. Menurutnya, keterlibatan yang terlalu jauh dalam politik praktis justru berpotensi mengganggu fungsi utama keormasan tersebut,’’ tuturnya.

Baca Juga: Muktamar ke-35 NU di Jombang, PWNU-PCNU Diminta Dengarkan Aspirasi Nahdliyin

Ia pun mendorong lahirnya gagasan "new NU"—sebuah format gerakan di mana NU tidak terkooptasi oleh kekuasaan, melainkan fokus memperkuat pemberdayaan masyarakat di bidang sosial, ekonomi, dan keagamaan.

Menyongsong Muktamar NU yang diselenggarakan pada akhir Agustus 2026 ini, Ujang berharap warga NU dapat memilih figur Rais Aam yang memiliki kapasitas keulamaan yang kuat dan mampu menjaga moral serta marwah organisasi.

’’Kalau itu terkooptasi oleh kekuasaan, maka mohon maaf, NU akan sama dengan organisasi masyarakat lainnya yang berada dalam kendali kekuasaan,’’ tegasnya.

Ujang menambahkan, menjaga jarak dari politik kekuasaan bukan berarti NU bersikap anti-pemerintah.

Baca Juga: Binrohtal: Mbah Bolong Ungkap Resep Agar Mendapat Pertolongan Allah

Sebaliknya, independensi tersebut diperlukan agar NU tetap dapat menjalankan fungsi moralnya secara objektif demi kepentingan publik dan umat secara luas. (ang/jif/*)

Editor : Ainul Hafidz
ujang komarudin NU kekuasaan muktamar Jombang