
JombangBanget.id – Siswa di Kabupaten Jombang tidak diliburkan selama Muktamar ke-35 NU, 27–30 Agustus.
Tetapi pola KBM akan disesuaikan dengan kepadatan lalu lintas dan jalur terdampak muktamar.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang, Eko Redjo Sunariyanto, mengatakan pihaknya masih melakukan koordinasi dengan Kementerian Agama (Kemenag) serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang untuk menentukan teknis pembelajaran selama muktamar.
Baca Juga: Empat Atlet Wushu Jombang Bawa Pulang Delapan Medali dari Surabaya
”Yang jelas anak-anak tidak libur. Tidak libur, tapi belajarnya daring. Cuma mungkin ada yang daring, ada yang luring. Ini kami sedang berhitung, melihat petanya seperti apa, dilihat dari kepadatan dan jalur alternatif yang terdampak,” ujar Eko.
Menurutnya, keputusan tersebut masih mempertimbangkan berbagai aspek di lapangan.
Selain memastikan proses pendidikan tetap berjalan, pengaturan KBM juga ditujukan untuk menjaga kenyamanan siswa dan masyarakat serta membantu kelancaran pelaksanaan muktamar.
Eko menyebut keputusan terkait pola KBM tersebut ditargetkan dapat diumumkan dalam satu hingga dua hari ke depan.
Khusus pada 26–27 Agustus, sesuai imbauan Kapolres Jombang, pembelajaran di wilayah Kecamatan Jombang Kota akan dilakukan secara daring karena adanya persiapan pembukaan dan rangkaian kegiatan muktamar.
”Kita juga mematuhi itu. Nanti ditambah dengan hal-hal teknis yang kami di lapangan lebih tahu. Koordinasi dengan teman-teman, pertimbangan-pertimbangan yang memudahkan, menyamankan anak-anak, menyamankan masyarakat, membantu panitia bekerja dengan baik, tapi hak anak-anak untuk belajar tidak terkurangi,” jelasnya.
Selain mengatur KBM, satuan pendidikan juga diminta ikut mendukung pelaksanaan muktamar, khususnya dalam memberikan fasilitas sederhana bagi para tamu yang datang dari luar daerah.



