Kiai Said Aqil Dinilai Konsolidator, Layak Jadi Rais Aam PBNU

Anggi Fridianto • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 06:45 WIB
KH Adnan Anwar. (IST)
KH Adnan Anwar. (IST)

JombangBanget.id - KH Said Aqil Siroj dinilai sebagai figur konsolidator yang layak dipertimbangkan sebagai calon Rais Aam PBNU.

KH Adnan Anwar menyebut pengalaman Said Aqil memimpin PBNU selama dua periode serta keterlibatannya dalam menyelesaikan berbagai persoalan menjadi modal penting untuk memimpin organisasi.

’’Saya mengikuti kabinetnya Pak Said. Saya juga lama berinteraksi dengan beliau. Setahu saya, dalam dua periode (Ketua Umum PBNU), Pak Said itu relatif aman,’’ kata KH Adnan Anwar. 

Baca Juga: Muktamar ke-35 NU di Jombang, PWNU-PCNU Diminta Dengarkan Aspirasi Nahdliyin

Masalah tetap ada, tapi tidak sampai menimbulkan guncangan-guncangan yang menyebabkan perpecahan di internal organisasi.

’’Artinya Pak Said itu figur yang konsolidator. Sosok yang pengalaman, kemudian beliau juga berinteraksi dengan masalah geopolitik. ltu sangat penting,’’ bebernya.

Kiai Said juga dikenal sebagai pemimpin yang turun langsung menyelesaikan masalah.

Misalnya, ketika ada polemik nasab Ba'lawi, Kiai Said berupaya menjelaskan masalah tersebut, sehingga masalah mereda.

Baca Juga: Binrohtal: Mbah Bolong Ungkap Resep Agar Mendapat Pertolongan Allah

Bagaimana dengan nama Iain, seperti KH Ma'rufAmin dan KH Miftachul Akhyar yang juga digadang-gadang sebagai calon Rais Aam PBNU?

Kiai Adnan mengatakan, Kiai Ma'ruf merupakan sosok yang berpengalaman. Sedangkan Kiai Miftah, masa kepemimpinannya diwarnai konflik dan aksi saling pecat dengan Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf.

’’Kalau memecat, bahayanya kan personifikasi individu. Seolah-olah NU itu menjadi urusan individu. ltu implikasi bahaya dari seseorang yang memecat ketua tanfidziyah. ltu kan belum pernah terjadi ya,’’ tegasnya.

Menurut Kiai Adnan, di internal NU memang pernah ada waki ketua yang dipecat. Tapi setelah itu kemudian rekonsiliasi. Akhirnya pengurus itu masuk lagi dan damai.

’’Peristiwa pecat-memecat itu jarang terjadi. Di sepanjang kami di PBNU dulu ya, tidak ada pecat-memecat,’’ tegas Instruktur Nasional Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) itu. (ang/jif/*)

Editor : Ainul Hafidz
rais aam kh said aqil siroj pbnu muktamar Jombang