Di Balik Kesuksesan Muktamar ke-35 NU

Rojiful Mamduh • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 06:01 WIB
KH M Syifa
KH M Syifa' Malik MPdI (Pengasuh PP Al-Maliki 2 Bahrul Ulum Tambakberas, Panlok Muktamar Divisi Pro ATT: Protokoler, Acara, Terima Tamu).

LIMA hari Tambakberas menjadi rumah besar Nahdlatul Ulama (NU).

Sejak 27 hingga 31 Agustus 2026, Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang menjadi tuan rumah Muktamar ke-35 NU.

Ribuan muktamirin datang. Jutaan masyarakat berbondong-bondong hadir. Jalanan padat. Asrama dan ribath penuh. Aktivitas masyarakat meningkat luar biasa.

Baca Juga: Ufaira Kembali Juara, Kali Ini di Porkab Catur Jombang

Di balik kemeriahan itu, ada cerita yang mungkin tidak banyak terlihat. Kerja keras, kelelahan, kebersamaan, dan semangat khidmah ribuan orang ikut menentukan suksesnya Muktamar.

Muktamar ke-35 NU mencatat sejumlah angka luar biasa. Dua kali Presiden Prabowo hadir, dalam pembukaan dan penutupan. Ini pertama kali dalam sejarah.

Muktamar berlangsung selama lima hari, 27 sampai 31 Agustus 2026. Rangkaian panjang tersebut membutuhkan persiapan matang dan kerja bersama dari berbagai unsur.

Muktamar dimeriahkan bedah buku, seminar, talk show, sarasehan, ijazah kubro, halaqah dan diskusi.

Baca Juga: Student Journalism: Jangan Malu Tampil

Dalam proses pemilihan, terdapat lima calon yang lolos: KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), KH Zulfa Musthofa, KH Abdussalam Shohib (Gus Salam), KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), dan KH Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin).

Sembilan anggota AHWA terpilih; KH Nurul Huda Djazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, AG Dr KH Baharuddin HS, MA, KH Miftachul Akhyar, KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, Prof Dr KH Said Aqil Siroj, dan Dr KH Abun Bunyamin MA.

Tidak hanya dari dalam negeri, 33 Pengurus Cabang Istimewa (PCI) NU dari luar negeri turut hadir. Tambakberas seolah menjadi miniatur dunia NU.

Tetapi semua itu baru bagian yang tampak di permukaan.

Di baliknya, terdapat tujuh divisi panitia lokal yang bekerja keras: Kesekretariatan, Pro ATT (Protokoler, Acara, Terima Tamu). Keamanan ketertiban (kamtib. Konsumsi dan Logistik. Akomodasi, Perlengkapan dan Transportasi. Persidangan; serta Humas dan Media.

Sebanyak 55 asrama/ribath PP Bahrul Ulum ikut disibukkan untuk melayani tamu Muktamar. Bukan hanya tamu resmi, tetapi juga muktamirin, romli, romlah, muhibbin NU, serta masyarakat yang datang ke Tambakberas.

Kerja tersebut bahkan sudah dimulai jauh sebelum Muktamar dibuka.

Baca Juga: Binrohtal: Lima Sifat Rasulullah yang Disebut dalam QS At-Taubah Ayat 128

Sejak PBNU mengumumkan pelaksanaan Muktamar pada 7 Juli 2026 hingga hari pelaksanaan, terdapat 55 hari efektif kerja panitia lokal.

Selama itu, berbagai persiapan dilakukan. Rapat, koordinasi, penataan tempat, pelayanan tamu, keamanan, konsumsi, akomodasi hingga berbagai persoalan teknis diselesaikan satu per satu.

Ada sekitar 400 panitia lokal yang ter-SK dari Yayasan PP Bahrul Ulum.

Mereka terdiri atas dzurriyah, dewan guru, santri, alumni, dan banom NU.

Baca Juga: Bakar Daduk Tebu, Lansia di Jombang Tewas Dikepung Api

Seluruhnya bekerja di bawah koordinasi KH Abdurrozaq Soleh selaku Ketua Panitia Lokal.

Jumlah tersebut belum termasuk seluruh unsur kepanitiaan yang mencapai 1.000 personel.

Mereka berasal dari Muslimat, Fatayat, Ansor, Banser, Pagar Nusa, PMII, IPNU, IPPNU, ISNU, RMI, instansi pemerintah, TNI, Polri, swasta hingga para simpatisan.

Muktamar juga diramaikan 1.300 stan bazar dan expo. Dari stan warga, stan yang dikelola EO hingga stan premium.

Semuanya ikut menghidupkan suasana Tambakberas selama Muktamar.

Sekitar 7.000 peserta resmi Muktamar dari unsur PC, PW dan PCI yang memiliki hak suara. Mereka ditempatkan di sembilan tower penginapan di PP Bahrul Ulum.

Baca Juga: Kecelakaan Tol Jombang-Mojokerto, Dua Korban Dirawat di RSUD Jombang

Diperkirakan kurang lebih 10 juta orang selama hampir satu minggu berada di kawasan Tambakberas. Mereka datang silih berganti. Ada yang mengikuti agenda Muktamar, berkunjung ke bazar dan expo.

Menghadiri pengajian, menyambut tokoh-tokoh NU, atau sekadar ingin menjadi bagian dari momentum sejarah tersebut.

Konsekuensinya tentu tidak ringan. Kemacetan hampir terjadi setiap waktu. Aktivitas masyarakat meningkat. Kebutuhan pelayanan bertambah. Namun semuanya dihadapi bersama.

Inilah sisi lain dari kesuksesan Muktamar ke-35 NU.

Baca Juga: Plafon Ambruk di Sekolah Rakyat Jombang, Siswi Jadi Korban

Kesuksesan itu tidak hanya terlihat dari lancarnya acara di panggung utama. Tidak hanya dari hadirnya Presiden.

Tidak hanya dari banyaknya peserta dan tamu yang datang.

Kesuksesan juga lahir dari orang-orang yang bekerja ketika yang lain beristirahat. Dari panitia yang berhari-hari meninggalkan kenyamanan rumah.

Dari santri yang membantu melayani tamu. Dari guru dan dzurriyah yang ikut turun tangan. Dari alumni yang datang membantu.

Dari banom NU, aparat keamanan, pemerintah, masyarakat, relawan, dan seluruh pihak yang memberikan tenaga serta pikiran.

Sebagian dari mereka mungkin tidak pernah disebut namanya. Tidak semuanya masuk kamera. Tidak semuanya mendapatkan panggung.

Namun mereka menjadi bagian penting dari sejarah Muktamar ke-35 NU.

Baca Juga: Renungan Minggu: Ibadah Jangan Jadi Rutinitas, Jalani dengan Penuh Sukacita

Sebab pada akhirnya, Muktamar bukan sekadar tentang persidangan dan pemilihan. Muktamar juga tentang khidmah.

Tentang bagaimana sebuah pesantren membuka pintunya lebar-lebar untuk menerima tamu.

Tentang bagaimana masyarakat bersedia berbagi ruang, tenaga, dan waktu. Tentang bagaimana ribuan orang bekerja dengan satu tujuan: Memberikan pelayanan terbaik bagi NU.

Karena itu, keberhasilan Muktamar ke-35 NU di Tambakberas patut disyukuri sekaligus diapresiasi.

Lima hari Muktamar telah berlalu. Para tamu telah kembali ke daerah masing-masing. Jalanan Tambakberas kembali normal.

Stan-stan mulai dibongkar. Aktivitas pesantren perlahan kembali seperti sediakala.

Namun, kenangan dan sejarahnya akan tetap tinggal.

Tambakberas telah menjadi saksi. Ketika khidmah dilakukan bersama, pekerjaan sebesar apa pun dapat dilalui.

Baca Juga: Proyek Investasi Mini Zoo Panglungan Terancam Sulit Terwujud, Ini Fokus Pemkab Jombang

Terima kasih kepada seluruh keluarga besar PP Bahrul Ulum Tambakberas, panitia lokal, seluruh panitia Muktamar, dzurriyah, guru, santri, alumni, banom NU, pemerintah, TNI-Polri, masyarakat, relawan, swasta, dan seluruh pihak yang telah ikut berkhidmah.

Muktamar boleh selesai. Namun jejak khidmah di Tambakberas akan tetap menjadi bagian dari perjalanan sejarah NU. (*)

Penulis:

KH M Syifa' Malik MPdI (Pengasuh PP Al-Maliki 2 Bahrul Ulum Tambakberas, Panlok Muktamar Divisi Pro ATT: Protokoler, Acara, Terima Tamu)

Editor : Ainul Hafidz
gus syifa muktamar sukses Jombang Tambakberas