JombangBanget.id - Wakil Rois Syuriyah MWCNU Kecamatan Jombang, KH Asyharun Nur, menjelaskan keutamaan bulan Muharram.
’’Banyak sekali pelajaran yang bisa kita ambil dari bulan Muharram ini,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Selasa (30/6).
Pertama, tahun baru Hijriah mengingatkan kita untuk berhijrah.
Allah berfirman: Dan orang-orang yang berhijrah karena Allah sesudah mereka dizalimi, pasti Kami akan memberikan tempat yang baik kepada mereka di dunia.
Baca Juga: Cegah Pemerasan di Toko Madura, Polisi Minta Pemilik Segera Lapor 110
Dan sungguh pahala akhirat lebih besar sekiranya mereka mengetahui (QS An-Nahl 41).
Hijrah bukan hanya berpindah tempat, tetapi berpindah hati. Dari lalai menuju taat.
Dari maksiat menuju taubat. Dari sombong menuju tawaduk. Dari cinta dunia menuju cinta akhirat. Rasulullah bersabda: Orang yang berhijrah meninggalkan apa yang dilarang Allah Ta’ala.
Kedua, Muharam termasuk bulan yang dimuliakan Allah Ta’ala.
Sebagaimana disebutkan di QS At-Taubah 36. Sesungguhnya bilangan bulan menurut Allah ada 12. Di antaranya ada empat bulan haram.
Yakni Zulkaidah, Zulhijah, Muharam dan Rajab. Pada bulan-bulan ini dosa menjadi lebih berat dan pahala amal saleh ditingkatkan 70 kali.
Ketiga, Muharam bulan Allah. Rasulullah bersabda: Puasa yang paling utama setelah Ramadan puasa pada bulan Allah, yaitu Muharam.
Keempat, Muharam mengajarkan muhasabah. Sayyidina Umar bin Khattab radiyallahu 'anhu berkata: Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab.
Pergantian tahun saat terbaik bertanya kepada diri sendiri. Apa yang sudah kita perbaiki? Berapa banyak dosa yang belum ditobati?
Berapa banyak Alquran yang telah dibaca? Berapa banyak sedekah yang telah diberikan?
Baca Juga: Jabatan Kepala SMAN Mojoagung Jombang Kosong, Pengganti Definitif Masih Tunggu Pemprov Jatim
Kelima, Muharam mengajarkan tawakal melalui kisah hijrah. Saat Nabi berhijrah, kaum Quraisy mengepung rumah beliau.
Beliau keluar tanpa terlihat. Kemudian bersembunyi di Gua Tsur bersama Abu Bakar ash-Shiddiq.
Ketika musuh sudah berada tepat di depan gua, Abu Bakar berkata, ’’Seandainya mereka melihat ke bawah kaki mereka, tentu mereka akan melihat kita.’’
Nabi menjawab: Jangan bersedih. Sesungguhnya Allah bersama kita (QS At-Taubah 40).
Kalimat pendek ini menjadi pelajaran sepanjang zaman. Orang yang bersama Allah tidak pernah benar-benar sendirian.
Keenam, Muharam mengajarkan pengorbanan. Hijrah membuat Rasulullah meninggalkan kampung halaman, rumah, harta, bahkan sebagian keluarga.
Allah menggantinya dengan kemenangan yang jauh lebih besar. Tidaklah seseorang meninggalkan sesuatu karena Allah kecuali Allah menggantinya dengan yang lebih baik.
Ketujuh, Muharam mengingatkan bahwa sejarah besar berawal dari niat yang ikhlas.
Kalender Hijriah ditetapkan pada masa Khalifah Umar bin Khattab radiyallahu 'anhu.
Baca Juga: Ratusan Buruh PT SGS Jombang Tolak PHK, Keberatan Pesangon Dicicil 10 Kali
Patokan hijrah Nabi dipilih karena menjadi pembeda yang nyata antara masa penindasan dan tegaknya masyarakat Islam.
Hal ini mengajarkan bahwa perubahan besar dimulai dari keberanian mengambil langkah yang benar karena Allah Ta’ala.
Kedelapan, Muharam mengajarkan optimisme. Seorang mukmin tidak mengenal kata terlambat untuk bertobat.
Allah berfirman: Katakanlah: Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap dirinya sendiri, janganlah berputus asa dari rahmat Allah.
Muharam merupakan awal tahun. Jika tahun lalu penuh dosa, semoga tahun ini menjadi awal kebaikan.
Kesembilan, Muharram bulan persaudaraan. Saat Nabi mempersaudarakan kaum Muhajirin dari Makkah dengan kaum Ansor yang asli Madinah.
Ini pelajaran agar di tahun baru ini kita memperbanyak saudara dan teman. Serta membantu kebaikan dimanapun dan kepada siapapun. (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz