Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Kirab Budaya Sambut Bulan Suro di Desa Kesamben Jombang, Arak Hasil Bumi hingga Wayang Kulit

Anggi Fridianto • Jumat, 3 Juli 2026 | 07:26 WIB
MERIAH: Warga Dusun Sumberbeji Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro, Jombang menggelar kirab budaya di kawasan Petirtaan Sumberbeji pada Minggu (29/6). (Anggi Fridianto/Radar Jombang)
MERIAH: Warga Dusun Sumberbeji Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro, Jombang menggelar kirab budaya di kawasan Petirtaan Sumberbeji pada Minggu (29/6). (Anggi Fridianto/Radar Jombang)

JombangBanget.id – Pemerintah Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro, Jombang getol merawat tradisi leluhur.

Salah satunya, menggelar kirab budaya di Dusun Sumberbeji, sebagai bentuk rasa syukur atas limpahan rezeki dan keberkahan sekaligus menyambut datangnya Bulan Suro.

Tradisi tahunan yang digelar di kawasan Petirtaan Sumberbeji pada Minggu (29/6) itu berlangsung meriah dan dipadati masyarakat.

Kirab budaya diikuti berbagai elemen masyarakat, mulai perangkat desa, tokoh masyarakat, pelajar hingga kelompok seni budaya.

Baca Juga: Bupati Warsubi Pastikan Sekolah Rakyat Jombang Mulai Berjalan 14 Juli, Kuota 270 Siswa Sudah Terpenuhi

Beragam atraksi ditampilkan, di antaranya arak-arakan hasil bumi, pertunjukan kesenian tradisional, serta penampilan budaya khas daerah.

Prosesi kirab dimulai pada sore hari dengan rute dari jalan Dusun Sumberbeji menuju kawasan Petirtaan Sumberbeji.

Sepanjang perjalanan, warga memadati sisi jalan untuk menyaksikan iring-iringan peserta sekaligus mengabadikan momen tersebut.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pagelaran wayang kulit pada malam hari yang menjadi penutup acara.

Kepala Desa Kesamben Wandoko Sukaya Yudha mengatakan, kirab budaya merupakan tradisi yang rutin diselenggarakan setiap tahun sebagai bentuk ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus upaya menjaga warisan budaya leluhur.

”Kirab budaya ini menjadi wujud rasa syukur masyarakat atas nikmat yang diberikan Tuhan. Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya melestarikan budaya yang telah diwariskan para leluhur,” ujarnya.

Menurutnya, tradisi tersebut juga menjadi sarana mempererat kebersamaan antarwarga. Melalui keterlibatan seluruh elemen masyarakat, semangat gotong royong dan kepedulian terhadap budaya lokal terus terjaga.

”Kami berharap kegiatan ini semakin mempererat kebersamaan masyarakat sekaligus menjaga tradisi agar tetap lestari dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya,” pungkasnya. (ang/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#kirab budaya #suro #Kesamben #hasil bumi #Jombang