
JombangBanget.id - Rois Syuriyah MWCNU sekaligus Ketua MUI Kecamatan Ploso, KH Ainul Yaqin, menjelaskan pentingnya mengisi pergantian waktu dari Dzulhijjah menuju Muharram dengan amal saleh.
Hal itu diungkapkannya saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Selasa (9/6).
Senin (16/6) nanti kita akan memasuki 1 Muharram 1448 Hijriah. ’’Dalam hitungan hari, lembaran tahun akan berganti. Umur kita terus berkurang dan perjalanan menuju akhirat semakin dekat. Maka ibadah harus ditingkatkan,’’ tuturnya.
Baca Juga: Binrohtal: Jangan Langsung Mengeluh, Ujian Hidup Bisa Jadi Tanda Kasih Sayang Allah
Allah Ta’ala berfirman berfirman di QS Al-Hasyr 18; Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.
Ayat ini mengajarkan pentingnya muhasabah atau introspeksi diri. Seorang mukmin tidak hanya sibuk memikirkan hari ini, tetapi juga mempersiapkan kehidupan setelah kematian.
Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata: Wahai anak Adam, sesungguhnya engkau hanyalah kumpulan hari. Setiap kali satu hari berlalu, maka sebagian dari dirimu telah pergi.
Baca Juga: Binrohtal: Tak Semua yang Dicintai Harus Dimiliki, Berikut Hikmah Kurban yang Perlu Direnungkan
Setiap pergantian hari, bulan, dan tahun sejatinya pengurangan jatah umur kita. Kita perlu bertanya kepada diri sendiri: Berapa banyak perintah Allah yang telah kita laksanakan? Berapa banyak kesempatan beribadah yang kita sia-siakan? Berapa banyak ayat Alquran yang kita baca dan renungkan?
Sudahkah rezeki yang kita bawa pulang benar-benar halal dan berkah? Sudahkah kita membahagiakan kedua orang tua dengan doa dan bakti?
Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Orang yang cerdas menundukkan nafsunya dan beramal untuk kehidupan setelah kematian.
Dzulhijjah identik dengan ibadah kurban. Hakikat kurban bukan hanya menyembelih hewan, tetapi juga menyembelih sifat-sifat buruk yang ada dalam diri. Allah Ta’ala berfirman: Daging dan darah hewan kurban tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kalian (QS Al-Hajj 37).



