SENIN (10/11) di PP Al Mahfudz Seblak, para santri mengikuti pengajian kitab Adabul Alim wal Muta’alim karya KH M Hasyim Asy’ari.
Ustadah Yuyun menyampaikan pentingnya menuntut ilmu secara sungguh-sunggu.
’’Agar ilmu manfaat dan berkah, belajar harus sungguh-sungguh dengan niat dan hati yang ikhlas,’’ tuturnya.
Imam Ghozali mulanya ngaji di madrasah demi mendapat makan. Namun dia merasakan ilmunya kurang manfaat dan berkah.
Dia merasa ilmunya manfaat dan berkah setelah niatnya ikhlas.
KH Hasyim Asy’ari dalam Adabul Alim wal Muta’alim menegaskan, keikhlasan niat merupakan pondasi utama dalam menuntut ilmu.
Beliau menulis: ’’Hendaklah seorang penuntut ilmu berniat dalam belajarnya untuk mencari rida Allah, menghilangkan kebodohan dari dirinya dan orang lain, serta menghidupkan agama.
KH Hasyim Asy’ari juga menekankan pentingnya kesungguhan dan ketekunan dalam belajar.
’’Ilmu tidak akan diperoleh dengan badan yang bersantai-santai.’’
Pesan ini sejalan dengan firman Allah Ta’ala di QS Al-‘Ankabut 69.
Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh di jalan Kami, pasti akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.
Baca Juga: Student Journalism: Prestasi Silat
Para santri harus meneladani KH.Hasyim Asy’ari: Menuntut ilmu bukan hanya untuk memperoleh pengetahuan.
Tetapi juga untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan niat yang ikhlas dan usaha yang sungguh-sungguh.
Oleh Aqila Qurrotu Aini Ayukaputri, Kelas 8-B SMP A Wahid Hasyim Tebuireng, Jombang
Editor : Ainul Hafidz