JombangBanget.id – Sebanyak 880 guru Pendidikan Agama Islam (PAI) SD di Kabupaten Jombang mengikuti Asesmen Nasional Literasi Dasar Beragama (ANLDB) yang digelar serentak, Senin – Rabu (3–5/11) melalui aplikasi SIAGA.
Jombang menjadi satu dari empat kabupaten sampel dari Kementerian Agama.
’’Asesmen ini merupakan program nasional yang bertujuan memetakan kemampuan dasar keberagamaan, baik guru maupun siswa,’’ kata Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (PAIS) Kantor Kemenag Jombang, Syaiful Bahri.
ANLDB tahun ini merupakan penyelenggaraan yang pertama. Hanya diambil sampel dari sejumlah daerah. Sasarannya guru PAI yang terdaftar di aplikasi SIAGA.
Serta siswa muslim kelas 5 SD. Asesmen ini mengukur tingkat literasi beragama yang meliputi aspek kognitif, psikomotorik, dan afektif.
’’Hasil asesmen ini akan menjadi basis data bagi Kementerian Agama untuk merumuskan kebijakan pendidikan agama Islam di sekolah,’’ tuturnya.
Di Jawa Timur, hanya empat daerah yang ditunjuk mengikuti asesmen ini. Selain Jombang, Tulungagung, Kota Mojokerto, dan Kota Pasuruan.
Semua guru PAI SD yang sudah memiliki akun SIAGA wajib mengikuti asesmen tersebut.
Pelaksanaannya dimulai pukul 00.01 tanggal 3 November dan ditutup pada 23.59 tanggal 5 November 2025.
’’Keikutsertaan dalam ANLDB menjadi syarat pengisian presensi November yang akan diperbarui pada Desember 2025. Guru PAI yang tidak mengikuti asesmen akan ditangguhkan akun SIAGA-nya,’’ tegas Syaiful.
Asesmen ini menilai kemampuan dasar keberagamaan. Termasuk pemahaman fundamental agama. Kemampuan membaca Alquran.
Baca Juga: Guru PAI di Sekolah Rakyat Jombang yang Mundur Akhirnya Diganti, Ini Sosoknya
Serta implementasi nilai-nilai keagamaan. Jumlah peserta sebanyak 880 orang.
Itu kemungkinan bertambah karena adanya guru baru yang mengaktifkan akun SIAGA.
ANLDB juga bakal dikkuti siswa kelas 5 SD. Pelaksanaannya dijadwalkan pada 18–21 November 2025. Kemenag daerah tidak melakukan seleksi peserta karena seluruh ketentuan berasal dari pusat.
Ketua Kelomok Kerja Guru (KKG) PAI Kabupaten Jombang, Zainur Rofiq, menambahkan, ANLDB merupakan program baru yang dirancang untuk menilai kemampuan dasar keberagamaan.
Materinya moderasi beragama, rukun iman, rukun Islam, serta kemampuan membaca Alquran.
Dilaksanakan secara daring (dalam jaringan atau online), sehingga dapat diikuti melalui ponsel, komputer, atau laptop.
’’Tujuannya murni untuk pemetaan kemampuan dasar guru dan siswa, sebelumnya belum pernah ada asesmen seperti ini,’’ ucapnya. (wen/jif)
Editor : Ainul Hafidz