Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Unipdu Jombang Ungkap Cara Hindari Toxic Content Selama Ramadan

A
Penulis: Anggi Fridianto❯

POSITIF: Dr Mujianto Solichin MPd saat menjadi pemateri kajian Ramadan di Islamic Center Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Jombang, Senin (23/2),
POSITIF: Dr Mujianto Solichin MPd saat menjadi pemateri kajian Ramadan di Islamic Center Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Jombang, Senin (23/2),


Advertisement

JombangBanget.id – Kajian Ramadan yang digelar Pusat Studi Qur’an Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Jombang, Senin (23/2), mengangkat tema Puasa dari Toxic Content: Menjaga Mata, Pikiran dan Hati di Bulan Ramadan.

Kegiatan ini menghadirkan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unipdu, Dr Mujianto Solichin MPd, sebagai pemateri.

Dalam pemaparannya, Mujianto menegaskan Ramadan merupakan bulan istimewa yang memberi ruang lebih panjang untuk melatih pengendalian diri.

Advertisement

Tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga seluruh anggota badan dari hal-hal yang tidak baik.

“Tema kita puasa dari toxic content. Kita menahan anggota badan dari konten-konten yang tidak baik atau toxic yang negatif,” ujarnya.

Ia menjelaskan, menjaga mata, hati dan pikiran memiliki maqom taubat, yakni menjauhi maksiat serta segala sesuatu yang diharamkan.

Advertisement

Menurutnya, puasa menjadi momentum tepat untuk memperbaiki sikap dan perilaku agar mampu menjadi suri teladan di lingkungan masing-masing.

Mujianto juga menyoroti derasnya arus informasi di media sosial seperti TikTok dan YouTube.

Konten negatif kerap muncul tanpa disengaja dan memicu algoritma untuk terus menampilkan hal serupa.

“Kadang kita buka, tidak sengaja muncul. Nanti algoritma membaca dan mengundang konten serupa. Foto artis atau konten lain yang kurang baik bisa terus bermunculan,” paparnya.

Karena itu, ia mengajak mahasiswa berupaya semampu mungkin tidak melihat, membaca, apalagi menyebarkan konten toxic.

Jika saat menjelajahi dunia maya muncul hal negatif, langkah terbaik adalah segera melewati atau berhenti mengikuti akun tersebut.

“Kalau ada yang negatif, harus kita skip atau bahasanya kita unfollow,” tegasnya.

Ia menambahkan, waktu selama Ramadan sebaiknya dimanfaatkan untuk memperdalam ilmu dan hal-hal bermanfaat.

Dengan kesibukan menuntut ilmu, ruang untuk mengakses konten tidak produktif akan semakin sempit.

“Gunakan waktu sebaik mungkin untuk tolabul ilmi. Kalau kita sibuk belajar, tidak cukup waktu untuk membuka konten yang tidak perlu,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu, pihaknya mengajak civitas akademika Unipdu Jombang agar menjadikan Ramadan sebagai momentum membersihkan diri, termasuk dari paparan konten digital yang merusak moral dan spiritual. (ang/fid)

Advertisement

Artikel Terkait

Berprestasi di Al-Azhar Mesir, Mahasiswa Jombang Ini Bidik Jadi Ilmuwan Islam

Berprestasi di Al-Azhar Mesir, Mahasiswa Jombang Ini Bidik Jadi Ilmuwan Islam

Mahasiswa asal Jombang bisa berprestasi di mana saja. Seperti Ahmad Maulana Yahya Firman Azizy yang kini kuliah di Universitas Al-Azhar, Mesir.

Mahasiswa BK UNESA Susun Modul Pembinaan Warga Binaan Rutan Kelas IIB Nganjuk

Mahasiswa BK UNESA Susun Modul Pembinaan Warga Binaan Rutan Kelas IIB Nganjuk

Mahasiswa BK UNESA menyusun modul regulasi emosi dan kontrol diri serta infografis edukatif untuk mendukung pembinaan warga binaan Rutan Nganjuk.

Kuliah di Unipdu, 30 Mahasiswa Dibiayai Pemkab Jombang

Kuliah di Unipdu, 30 Mahasiswa Dibiayai Pemkab Jombang

Pemkab Jombang membiayai 30 mahasiswa asal daerah yang kuliah di Unipdu selama empat tahun. Program ini menyasar calon mahasiswa Jombang berpotensi dan kurang mampu.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer