
JombangBanget.id – Data penerima bansos di Jombang terus diperbarui melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk memastikan kondisi sosial ekonomi warga tetap terpantau.
Pemkab Jombang menyebut pemutakhiran diperlukan agar bantuan lebih tepat sasaran dan mengurangi kesalahan data.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Jombang, Agung Hariadi mengatakan, pemutakhiran data dilakukan untuk memperoleh data sosial ekonomi masyarakat yang valid dan sesuai dengan kondisi terkini.
Baca Juga: 1.500 Warga Terdeteksi TBC dari Mobile Skrining Dinkes Jombang
”Ya, untuk mendapatkan data sevalid mungkin,” ujar Agung.
Data yang akurat menjadi dasar penting dalam menentukan sasaran berbagai program bantuan dan intervensi sosial. Sebab, kondisi sosial ekonomi masyarakat bisa berubah sewaktu-waktu.
Warga yang sebelumnya masuk kategori penerima bantuan, misalnya, bisa saja sudah mengalami peningkatan kesejahteraan.
Sebaliknya, masyarakat yang sebelumnya dinilai mampu juga bisa mengalami perubahan kondisi ekonomi sehingga membutuhkan bantuan.
Karena itu, pemutakhiran DTSEN diharapkan mampu menekan kesalahan sasaran penerima bantuan.
Baik warga yang seharusnya tidak menerima bantuan tetapi masih tercatat (inclusion error), maupun warga yang sebenarnya layak menerima bantuan namun belum masuk dalam data (exclusion error).
”Menurunkan inclusion dan exclusion error,” tegasnya.



