Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Target Pajak Jombang Turun, Efisiensi Mamin Ikut Berdampak

A
KOMPAK: Ketua DPRD Hadi Atmaji dan Bupati Warsubi saat paripurna pembahasan P-APBD 2026, Rabu (26/8). (Azmy Endiyana/Radar Jombang)
KOMPAK: Ketua DPRD Hadi Atmaji dan Bupati Warsubi saat paripurna pembahasan P-APBD 2026, Rabu (26/8). (Azmy Endiyana/Radar Jombang)

Advertisement

JombangBanget.id – Target pajak daerah Kabupaten Jombang diturunkan dalam P-APBD 2026 setelah Pemkab menyesuaikan proyeksi dengan kondisi penerimaan riil hingga semester pertama.

Bupati Warsubi menyebut efisiensi belanja makanan dan minuman rapat turut berdampak terhadap penerimaan PBJT makanan dan minuman.

DPRD menggelar sidang paripurna Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Kabupaten Jombang, Rabu (26/8).

Agendanya, jawaban Bupati Warsubi atas pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD Jombang terhadap Raperda P-APBD 2026.

Pemkab menyebut penyesuaian target dilakukan dengan melihat kondisi riil penerimaan hingga semester pertama 2026.

Advertisement

’’Penurunan target pajak daerah dikarenakan terdapat penyesuaian target dengan mempertimbangkan perkembangan realisasi penerimaan sampai dengan semester pertama 2026,’’ kata Warsubi.

Pemerintah tidak sekadar mengejar tingginya target penerimaan.

Penetapan target juga mempertimbangkan kemampuan masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan, kondisi objek dan subjek pajak, kebijakan pemerintah daerah, serta potensi penerimaan yang dinilai lebih realistis.

Kebijakan efisiensi anggaran pemerintah daerah ikut berdampak terhadap salah satu sumber pajak.

Efisiensi belanja makanan dan minuman (mamin) rapat membuat aktivitas transaksi yang menjadi basis pemungutan Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) makanan dan minuman ikut berkurang.

Advertisement

Artikel Terkait

Proyek Rehab Bendung Jatimlerek Kena Efisiensi, Anggaran 2026 Tinggal Rp 50 Miliar

Proyek Rehab Bendung Jatimlerek Kena Efisiensi, Anggaran 2026 Tinggal Rp 50 Miliar

Rehabilitasi Bendung Jatimlerek terdampak efisiensi anggaran. Alokasi 2026 turun Rp 70 miliar dari Rp 120 miliar menjadi Rp 50 miliar.

Keren! Desa Kepatihan Jombang Tetap Alokasikan Dana Desa untuk Bantuan Seragam dan BPJS Meski Terdampak Efisiensi

Keren! Desa Kepatihan Jombang Tetap Alokasikan Dana Desa untuk Bantuan Seragam dan BPJS Meski Terdampak Efisiensi

Pemdes Kepatihan, Kecamatan Jombang, mengalokasikan Dana Desa untuk program yang menyasar sektor pendidikan dan perlindungan sosial.

Belum Sentuh Pekerjaan Inti, Proyek Rehabilitasi Bendung Jatimlerek Jombang Tersendat Efisiensi Anggaran

Belum Sentuh Pekerjaan Inti, Proyek Rehabilitasi Bendung Jatimlerek Jombang Tersendat Efisiensi Anggaran

Proyek rehabilitasi Bendung Jatimlerek di Kecamatan Plandaan, Jombang belum memasuki pekerjaan utama. Hingga awal Juli, pekerjaan masih fokus menyelesaikan pembangunan saluran pelimpah (spillway) sementara sebagai

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer