Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemkab Jombang Temui BBWS Brantas, Bahas Irigasi Pariterong Mangkrak

A
Penulis: Ainul Hafidz❯
DITUMBUHI SEMAK BELUKAR: Irigasi Pariterong di Dusun/Desa Pundong, Kecamatan Diwek, Jombang yang belum berfungsi.
DITUMBUHI SEMAK BELUKAR: Irigasi Pariterong di Dusun/Desa Pundong, Kecamatan Diwek, Jombang yang belum berfungsi.

JombangBanget.id - Proyek irigasi Pariterong (Papar–Turi–Peterongan) yang mangkrak akhirnya mendapat perhatian Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas.


Advertisement

Pemkab Jombang dijadwalkan menghadiri audiensi di Kantor BBWS Brantas Surabaya, Jumat (13/2), untuk membahas kelanjutan proyek yang sudah lama ditunggu petani.

Plt Kepala Dinas PUPR Jombang Imam Bustomi menyebut undangan itu merupakan tindak lanjut atas surat resmi yang dikirimkan pemkab.

”Sudah ada respons dari balai. Besok (hari ini) kami diundang ke sana (kantor BBWS Brantas) Surabaya,” ujarnya.

Advertisement

Dalam pertemuan tersebut, pemkab akan menyampaikan empat poin utama: kelanjutan dan pemfungsian irigasi Pariterong, rencana pembangunan Embung Purisemanding yang lahannya sudah dibebaskan, perpanjangan kerja sama dengan Kementerian PUPR, serta rehabilitasi Bendung Karet Jatimlerek.

”Rencananya bertemu langsung dengan Kepala Balai, sesuai undangan yang kami terima,” imbuhnya.

Pihaknya berharap irigasi Pariterong segera difungsikan untuk mendukung kebutuhan petani. Diskusi juga akan menyinggung optimasi saluran dalam menampung debit air.

Advertisement

”Kami akan diskusi apakah sudah dilakukan optimasi terkait kemampuan menampung debit salurannya. Jadi nanti desainnya menjadi seperti apa, itu yang akan kami tanyakan,” terangnya.

Kondisi irigasi yang mangkrak bahkan memunculkan guyonan warga agar saluran dimanfaatkan untuk budi daya ikan lele.

”Hal-hal seperti itu juga akan kami tindak lanjuti, sebagai bagian dari menjawab pertanyaan masyarakat,” ujarnya.

Terkait Embung Purisemanding, pemkab bakal meminta kejelasan dari pemerintah pusat mengingat lahannya sudah dibebaskan.

”Karena lahannya sudah dibebaskan, kami minta kejelasan informasinya seperti apa kelanjutannya,” katanya.

Sementara itu, Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur Wiwin Sumrambah menilai belum optimalnya pemanfaatan irigasi Pariterong sangat disayangkan.

”Upaya membawa program yang sangat bagus itu ke Jombang tidak mudah, dan tentunya sudah ditunggu kemanfaatannya para petani,” ujarnya.

Wiwin menegaskan, pemerintah daerah harus mampu mengkomunikasikan kendala kepada pemerintah pusat agar segera ada tindak lanjut.

”Perencanaannya sudah sangat bagus. Pengerjaannya yang harus dievaluasi. Tugas pemerintah pusat saat ini untuk bisa memperbaiki, selaku pembuat program,” tandasnya. (fid/naz)

Advertisement

Artikel Terkait

Mangkrak dan Tak Ditempati, 11 Kios Pasar Pon Bakal Disegel Pemkab Jombang

Mangkrak dan Tak Ditempati, 11 Kios Pasar Pon Bakal Disegel Pemkab Jombang

Sebanyak 11 kios di Pasar Pon Jombang bakal disegel oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Kabupaten Jombang.

Sudah Disiapkan Anggaran Ratusan Juta Rupiah, Palang Pintu KA Nglele Jombang Belum Bisa Dibangun

Sudah Disiapkan Anggaran Ratusan Juta Rupiah, Palang Pintu KA Nglele Jombang Belum Bisa Dibangun

Pemkab Jombang menyiapkan Rp 200 juta untuk pembangunan palang pintu kereta api di Desa Nglele, Kecamatan Sumobito, tetapi proyek belum dapat dimulai. Pemkab masih menunggu persetujuan Kementerian Perhubungan setelah

Jelang Muktamar NU, Tiang dan Kabel FO di Tambakberas Jombang Ditertibkan

Jelang Muktamar NU, Tiang dan Kabel FO di Tambakberas Jombang Ditertibkan

Penataan tiang dan kabel fiber optic (FO) kini diprioritaskan di kawasan Pondok Pesantren (PP) Bahrul Ulum Tambakberas, Desa Tambakrejo, Kecamatan Jombang. Penertiban infrastruktur jaringan tersebut dikebut

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer