JombangBanget.id – Anggaran belanja tidak terduga (BTT) yang digelontorkan Pemkab Jombang ke dinas peternakan tak terserap seluruhnya.
Dari total Rp 607 juta, anggaran untuk pengadaan vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) hanya terserap Rp 150 juta.
’’Pertimbangan kita karena kasus sudah melandai. Kita juga sudah dapat bantuan vaksin baik dari Pemprov Jatim maupun pemerintah pusat,’’ kata Plt Kepala Dinas Peternakan Jombang, M Saleh, (21/2).
Anggaran senilai Rp 150 juta yang digunakan untuk vaksinasi telah rampung. Pemkab membelanjakan 4.000 dosis vaksin dan kebutuhan sarpras untuk petugas vaksin.
’’Sisanya yang tidak terserap kita kembalikan ke kas daerah,’’ tambahnya.
Saleh menyampaikan, sejak sepekan terakhir kasus PMK kian melandai. Per Kamis (20/2), tidak ada kasus sapi mati dan temuan kasus baru nihil.
Total kasus sapi mati akibat PMK 108 ekor. Potong paksa 142 ekor, sembuh 1.141 ekor dan sapi masih sakit 108 ekor. ’’Akhir akhir ini tidak ada kasus baru,’’ jelasnya.
Cakupan vaksinasi di Jombang juga terus bertambah. Dari total 70 ribu populasi sapi di Jombang, cakupan vaksinasi mencapai 16.551 ekor.
Rinciannya, vaksin dari APBN tahap 1 sudah selesai, vaksinasi dari APBD sudah selesai, vaksinasi dari anggaran BTT juga sudah selesai.
’’Vaksinasi dari APBN tahap 2 akan kita mulai jika vaksin sudah di dropping,’’ ucapnya. (ang/jif)
Editor : Ainul Hafidz