Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tafsir Aktual: Al-Fatihah (15)

R
Penulis: Rojiful Mamduh❯
Rubrik opini KH Mustain Syafii. (Radar Jombang)
Rubrik opini KH Mustain Syafii. (Radar Jombang)

Advertisement

Maliki yaum al-din. Sebelumnya telah ditutur sifat Tuhan yang ’’Maliki’’ ini banyak diminati manusia.

Pingin kuasa, pingin pangkat, pingin dihormati, sehingga tidak sedikit yang terjerat dalam perangkap setan ini, wani bondo, wani tukaran, wani jegal-jegalan. Na’udz billah min dzalik.

Yang keblinger adalah ketika dia diumumkan dan resmi terpilih, menjadi pemenang dalam pemilihan.

Lalu, sujud syukur. Iki piye..? Ini jelas sekali, bahwa dia memandang jabatan sebagai rezeki, bukan dipandang sebagai amanah.

Sadarlah, bahwa sujud syukur itu hanya saat menerima kenikmatan materi, ’’Huduts al-ni’mah’’.

Advertisement

Seperti mendapat transferan tak terduga sekian miliar, mendapatkan sauran utang yang lama terlupakan, mendapatkan kesembuhan spektakuler, anaknya lulus dan sebagainya.

’’Maliki yaum al-din’’ mengisyaratkan bahwa pemimpin itu jujur, adil dan bijak seperti keadilan yang diragakan Tuhan nanti di hari akhir.

Salah yo salah, bener yo bener. Tak ada penzaliman meski seberat zarah.

Artinya, seorang pemimpin itu memang harus saleh, tapi kesalehannya bersifat sosial, lebih manfaati bagi orang banyak, pada umat bukan saleh pribadi.

Ketakwaan pemimpin bukan pada salat jamaahnya rajin, puasa sunah Senin dan Kamis, istiqamah baca Alquran, wiridannya panjang, tapi diukur dari kebijakannya.

Advertisement

Artikel Terkait

Tafsir Aktual: Al-Fatihah (14), ’’Menolak’’ Hasil Muktamar

Tafsir Aktual: Al-Fatihah (14), ’’Menolak’’ Hasil Muktamar

Maliki yaum al-din. Seperti telah dimaklumi, bahwa isi kandungan al-Fatihah dipilah dua.

Tafsir Aktual: Al-Fatihah (13) KPK-NU

Tafsir Aktual: Al-Fatihah (13) KPK-NU

Maliki Yaum al-Din. Qiraah mutawatirah, lafadh ’’Maliki’’, dibaca qashr, satu alif, artinya memiliki, Sang Pemilik. Malaka, Yamliku, Milka, fahuwa Maalik.

Tafsir Aktual: Al-Fatihah (12)

Tafsir Aktual: Al-Fatihah (12)

KH Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah adalah teman akrab Hadratus Syekh KH M Hasyim Asy’ary, pendiri NU. Keduanya tokoh organisasi keagamaan negeri ini yang muhlish dan berjiwa mulia.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer