Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ujian Berat Warga Nahdliyin

R
Penulis: Rojiful Mamduh❯
KH Zainul Ibad As’ad (Gus Ulib), Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Rejoso Peterongan, Jombang. (Anggi Fridianto/Radar Jombang)
KH Zainul Ibad As’ad (Gus Ulib), Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Rejoso Peterongan, Jombang. (Anggi Fridianto/Radar Jombang)

Advertisement

Alhamdulillah.
Innalillahi wa inna ilaihi raji'un.

Gelaran Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, telah tuntas. Forum tertinggi organisasi NU itu telah melahirkan pengurus NU 'bermasalah' untuk masa khidmah 2026–2031.

Bagi saya, selesainya Muktamar bukan berarti seluruh persoalan telah selesai. Justru setelah palu Muktamar diketuk, ujian yang sesungguhnya bagi warga Nahdliyin dimulai.

Kita harus berani mengatakan bahwa proses menuju kepemimpinan baru NU tidak berlangsung dalam ruang yang steril dari kepentingan.

Ada tarik-menarik kekuatan, ada kepentingan kelompok, ada lobi-lobi, dan ada pula dugaan intervensi kekuasaan yang menjadi pembicaraan di tengah warga Nahdliyin.

Advertisement

Bahkan, bagi saya, hasil Muktamar ini semakin menguatkan kesan adanya “paket Istana” yang sejak awal menjadi bahan perbincangan.

Paket yang dikaitkan dengan sejumlah tokoh, termasuk Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dan Nusron Wahid, serta kelompok yang berada di belakangnya.

Saya menyebutnya sebagai paket Istana bukan tanpa alasan. Setidaknya, kesan itu muncul dari konfigurasi kekuatan dan dinamika politik yang terlihat selama proses Muktamar.

Tentu, ini adalah pandangan saya. Warga Nahdliyin memiliki hak untuk menilai, menerima, membantah, atau bahkan mengkritiknya.

Justru dalam tradisi NU, perbedaan pandangan semestinya tidak perlu ditakuti.

Advertisement

Artikel Terkait

Gus Salam Buka Suara soal Dugaan Intimidasi di Muktamar NU Jombang

Gus Salam Buka Suara soal Dugaan Intimidasi di Muktamar NU Jombang

Gus Salam buka suara soal dugaan intimidasi dan kekerasan terhadap peserta Muktamar NU ke-35. Polisi masih mengecek laporan tersebut.

Ketua SC Muktamar NU Dirawat di RSUD Jombang, Diduga Kelelahan

Ketua SC Muktamar NU Dirawat di RSUD Jombang, Diduga Kelelahan

Ketua SC Muktamar ke-35 NU KH Ahmad Said Asrori dirawat di RSUD Jombang setelah tekanan darah di atas 200. Kondisinya berangsur membaik.

Hujan Interupsi Warnai Sidang, Tatib Muktamar NU di Jombang Disahkan

Hujan Interupsi Warnai Sidang, Tatib Muktamar NU di Jombang Disahkan

Sidang Pleno I Muktamar ke-35 NU di Tambakberas diwarnai interupsi sebelum Tatib disahkan. Tatib pemilihan Ketum PBNU dibuat terpisah.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer