JombangBanget.id - Wakil Rektor STIES Babussalam Kalibening, Mojoagung, Jombang, KH Dimyati, menjelaskan keutamaan bulan Ramadan.
’’Setidaknya ada enam keutamaan bulan Ramadan,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat tarawih di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Jumat (6/3).
Pertama, Ramadan bulan penuh perkah. Pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup.
Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Telah datang kepada kalian bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah.
Allah mewajibkan kalian berpuasa di dalamnya.
Pada bulan itu pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, setan-setan dibelenggu, dan di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan.
Ulama tabiin, Salamah bin Kuhail, ketika memasuki Ramadan berkata kepada murid-muridnya: Sesungguhnya ini adalah bulan pasar akhirat.
Siapa yang tidak berdagang di dalamnya, ia akan menyesal sepanjang tahun.
Para ulama dahulu menyambut Ramadan dengan kegembiraan besar seperti pedagang yang menyambut musim panen.
Kedua, setiap malam Ramadan ada pembebasan dari neraka.
Rasulullah bersabda: Dan Allah memiliki orang-orang yang dibebaskan dari neraka setiap malam Ramadan.
Baca Juga: Binrohtal: Rahasia Puasa Terungkap, dari Membersihkan Jiwa hingga Aktivasi Autofagi
Seorang lelaki pendosa pada masa tabi’in datang kepada seorang ulama dan berkata: Apakah masih ada harapan bagi orang seperti aku?
Ulama itu menjawab: Jika engkau masih bertemu Ramadan, maka pintu rahmat Allah masih terbuka.
Lelaki itu kemudian memperbanyak tobat dan ibadah di bulan Ramadan hingga hidupnya berubah menjadi lebih baik.
Ketiga, Ramadan menghapus dosa hingga Ramadan berikutnya.
Rasulullah bersabda: Salat lima waktu, Jumat ke Jumat berikutnya, dan Ramadan ke Ramadan berikutnya adalah penghapus dosa di antara keduanya selama dosa besar dijauhi.
Allah Ta’ala berfirman di QS Hud 114. Sesungguhnya kebaikan-kebaikan itu menghapus kesalahan-kesalahan.
Hasan Al-Basri berkata: Sesungguhnya Allah menjadikan Ramadan sebagai tempat perlombaan bagi hamba-Nya dalam ketaatan.
Seorang ulama pernah berkata kepada muridnya: Jika seseorang keluar dari Ramadan dalam keadaan sama seperti sebelum Ramadan, maka ia telah merugi.
Murid itu pun bertekad setiap Ramadan untuk meninggalkan satu dosa dan menambah satu amal baik.
Keempat, puasa Ramadan menghapus dosa yang telah lalu.
Rasulullah bersabda: Barang siapa berpuasa Ramadan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.
Puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan diri dari dosa.
Seorang wali Allah berkata kepada muridnya: Puasa bukan hanya meninggalkan makanan, tetapi meninggalkan segala sesuatu yang menjauhkanmu dari Allah.
Sejak itu murid tersebut menjaga lisannya, pandangannya, dan hatinya selama Ramadan.
Kelima, sedekah terbaik di bulan Ramadan. Rasulullah pernah ditanya: Sedekah apakah yang paling utama? Nabi menjawab: Sedekah di bulan Ramadan.
Abdullah bin Umar setiap berbuka puasa selalu mengundang orang miskin untuk makan bersama.
Jika suatu hari tidak ada orang miskin yang datang, beliau merasa sedih karena kehilangan kesempatan bersedekah.
Keenam, Ramadan dimuliakan karena Alquran diturunkan.
Sebagaimana disebutkan di QS Abaqarah 185. Karena itu para ulama sangat memperbanyak membaca Alquran pada bulan Ramadan.
Tiap Ramadan Imam Syafii khatam Quran 60 kali. (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz