Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Gila! Lapas Jombang Diisi 761 Napi, Padahal Kapastisanya Cuma Segini

Anggi Fridianto • Selasa, 16 September 2025 | 00:25 WIB
BERI PENJELASAN: Kanwil Ditjenpas Jawa Timur, Kadiyono saat memberikan penjelasan kepada wartawan.
BERI PENJELASAN: Kanwil Ditjenpas Jawa Timur, Kadiyono saat memberikan penjelasan kepada wartawan.

JombangBanget.id – Manajemen Lembaga Pemasyarakat (Lapas) Kelas IIB Jombang patut dievaluasi.

Salah satunya dari jumlah warga binaan lapas yang over kapasitas.

Idealnya jumlah narapidana (napi) dalam satu lapas hanya 250 orang.

Namun, yang terjadi di Lapas Jombang, jumlah napi dan tahanan mencapai 761 orang.

”Kalau kapasitas maksimal satu lapas hanya 250 orang, sekarang rata-rata bisa 700 lebih. Jadi jelas over kapasitas,” ungkap Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Jawa Timur, Kadiyono, Kadiyono saat berkunjung ke Jombang.

Di Lapas Kelas IIB Jombang, jumlah penghuni lapas mencapai 761 orang.

Rinciannya terdiri dari tahanan pria 198 orang, tahanan wanita 10 orang, narapidana pria 546 orang, narapidana wanita 6 orang, serta satu orang warga binaan yang sedang menjalani masa tahanan di luar lapas.

”Rata-rata lapas di wilayahnya dihuni sekitar tiga kali lipat lebih banyak dibanding daya tampung normal,” imbuhnya.

Kadiyono menambahkan, ada berbagai faktor yang membuat angka over kapasitas tak bisa dihindari.

Salah satunya karena Jawa Timur merupakan daerah yang dinilai cukup strategis.

Meski begitu, pihaknya tetap menyiapkan langkah-langkah untuk mengatasi kondisi tersebut.

Baca Juga: Manajemen Risiko di Lapas: Antara Kemanusiaan dan Keamanan

”Kalau sudah over kapasitas, biasanya narapidana dengan pidana tinggi kita geser ke lapas yang kelasnya lebih tinggi. Selain itu, ada juga program integrasi, remisi, dan Cuti Bersyarat Pembebasan Bersyarat (CBPP). Itu semua bisa membantu mengurangi jumlah warga binaan,” jelasnya.

Di luar upaya pengurangan jumlah penghuni, pihak Kanwil Ditjenpas juga menekankan pentingnya pembinaan yang berkelanjutan bagi warga binaan.

”Tujuannya agar situasi di dalam lapas tetap kondusif, sekaligus meminimalkan potensi gesekan atau konflik,” imbuhnya.

Kegiatan pembinaan yang dilakukan meliputi pendidikan, kegiatan keagamaan, hingga pembinaan spiritual.

Menurut Kadiyono, program ini mampu membantu membentuk karakter religius warga binaan serta menanamkan nilai toleransi.

”Kalau pengamalan dan pemahaman keagamaannya baik, otomatis bisa menumbuhkan kesadaran bahwa kita semua bersaudara. Dari situ, muncul rasa saling menghargai dan menghormati. Ini yang sangat membantu mencegah potensi konflik,” terangnya.

Pihaknya juga menyampaikan di Lapas kelas II B Jombang telah membuat program pondok pesantren yang bertujuan memberikan pendididikan keagamaan dan penanaman nilai moral penting para warga binaan. (ang/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#narapidana #lapas overload #napi #kapasitas #lapas jombang #Jombang #jumlah #over kapasitas