
Sabtu (05/9) di Pondok Pesantren Al-Mahfudz, Seblak, Diwek, Jombang, Ustazah Sa’adah menjelaskan pentingnya menjaga akhlak di mana pun kita berada.
Kita juga harus selalu menghargai orang yang lebih tua.
’’Walaupun mempunyai ilmu tinggi atau ibadah yang rajin, jika tutur kata dan perbuatan masih menyakiti orang lain maka itu tidak ada gunanya,’’ tuturnya.
Baca Juga: Student Journalism: Menjaga Pandangan
Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Kelak di akhirat ada orang yang bangkrut. Dia datang dengan membawa banyak pahala dari amal saleh dan ibadah.
Namun datang orang-orang yang menuntutnya karena di dunia pernah dia zalimi dan sakiti. Kemudian pahala orang tadi diberikan kepada orang-orang yang pernah dizalimi dan disakiti.
Setelah pahalanya habis, ganti dosa orang-orang yang dia zalimi dan sakiti dipikulkan kepadanya. Sehingga yang awalnya hendak masuk surga, dia akhirnya dimasukkan neraka.
Allah Ta’ala berfirman di QS Al-Hujurat 11. Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik daripada mereka (yang mengolok-olok).
Dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olok) perempuan lain (karena) boleh jadi perempuan (yang diolok-olok itu) lebih baik daripada perempuan (yang mengolok-olok).
Janganlah kamu saling mencela dan saling memanggil dengan julukan yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) fasik setelah beriman.
Oleh: Aqila Qurrotu Aini Ayukaputri, kelas 9-D SMP A Wahid Hasyim Tebuireng, Jombang



