Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Binrohtal: Rezeki Sudah Ditanggung Allah Sejak Sebelum Lahir

R
Penulis: Rojiful Mamduh❯
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.

JombangBanget.id -  Pengasuh Pondok Pesantren Al Manshuriyah, Kalijaring, sekaligus Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Tembelang, Jombang KH Nur Kholis, menjelaskan pentingnya meyakini rezeki sudah ditanggung oleh Allah Ta’ala.


Advertisement

’’Kita harus yakin rezeki sudah ditanggung Allah Ta’ala agar tidak menghalalkan segala cara seperti mencuri dan korupsi,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Rabu (29/10).

Sejak kita belum lahir, rezeki sudah disiapkan oleh Allah Ta’ala. Sebagaimana ditegaskan dalam Quran Surat Hud ayat 6.

Dan tidak ada suatu makhluk melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya.

Advertisement

Rezeki tiap orang sudah ada takarannya. Ketika seseorang hendak mati, malaikat penjaga udara, air, makanan, pakaian, melaporkan jatah pakaian orang itu sudah habis.

Alkisah, Nabi Musa alaihissalam diberitahu malaikat ajalnya sudah tiba.

Nabi Musa menolak tidak mau mati. Lalu tiap makan dan minum langsung muntah. Tiap memakai pakaian tidak ada yang pas.

Advertisement

Malaikat lalu memberitahu, jatah makan mimum dan pakaiannya sudah habis. Maka Nabi Musa pun rela mati.

Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Sesungguhnya Malaikat Jibril membisikkan ke dalam hatiku, tidak ada satu jiwa pun yang akan mati sampai ia menyempurnakan rezekinya.

Maka bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah cara mencari rezeki.

Janganlah rezeki yang lambat membuatmu mencarinya dengan cara maksiat, karena apa yang ada di sisi Allah tidak akan diperoleh kecuali dengan ketaatan kepada-Nya.

’’Setiap orang sudah punya jatah rezeki, tapi bisa jadi dilewatkan orang lain. Contohnya rezeki anak dilewatkan ornag tua,’’ terangnya.

Kita tidak boleh merasa menanggung rezeki orang lain.

Seorang sahabat mengadu kepada Rasulullah; ’’Wahai Rasulullah, aku memiliki saudara yang tidak bekerja, dan aku harus menanggung rezekinya.’’

Maka Rasulullah bersabda: ’’Barangkali engkau diberi rezeki karena dia.’’

Nabi juga bersabda; Tidaklah kalian diberi pertolongan dan rezeki kecuali karena doa dan keberkahan orang-orang lemah di antara kalian.

Orang lemah yang kita bantu itulah sebab turunnya keberkahan rezeki kita.

Umar bin Khattab radiyallahu anhu berkata: Aku tidak pernah khawatir tentang rezekiku, karena aku yakin rezekiku tidak akan luput dariku sebagaimana aku tidak akan luput dari ajal yang telah ditetapkan untukku.

Imam Hasan al-Bashri rahimahullah berpesan: Jangan engkau berlelah-lelah mencari rezeki dengan melupakan akhirat.

Sesungguhnya rezeki mencari manusia sebagaimana maut mencarinya.

Syekh Abdul Qadir al-Jilani radiyallahu anhu berkata; ’’Jika engkau rida dengan pembagian Allah, maka engkau akan hidup tenteram. Tetapi jika engkau serakah mengejar apa yang belum tiba waktunya, maka engkau akan gelisah sepanjang hidupmu.’’ (jif/naz)

Advertisement

Artikel Terkait

Binrohtal: Tiga Kunci Kebaikan Dunia dan Akhirat

Binrohtal: Tiga Kunci Kebaikan Dunia dan Akhirat

Saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Senin (16/10), anggota Komisi Dakwah MUI Kabupaten Jombang, KH Khairil Anam, menjelaskan kunci kebaikan dunia dan akhirat.

Binrohtal: 5 Tanda Ini Menunjukkan Seseorang Dicintai Allah 

Binrohtal: 5 Tanda Ini Menunjukkan Seseorang Dicintai Allah 

Pengasuh Pondok Pesantren Zainur Rasyid, Tapen, Kudu, sekaligus Sekretaris LTM PCNU Jombang, Dr KH Agus Moh Sholahuddin, menjelaskan tentang tanda seseorang dicintai Allah.

Binrohtal: Amal Saleh yang Dirahasiakan

Binrohtal: Amal Saleh yang Dirahasiakan

PP Hidayatul Quran, Sentul, Tembelang, KH Yusuf Hidayat Alhafiz, menjelaskan keutamaan amal tersembunyi.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer