JombangBanget.id — dr Rossy Heriancy SpB MKed Klin MBiomed menjalani dua dunia profesi sekaligus.
Yakni sebagai dokter bedah umum di RSUD Ploso, Jombang dan dosen kedokteran di Surabaya.
Di sisi lain, dia juga mendampingi mahasiswa kedokteran dalam proses belajar.
Baca Juga: Beras Sumo Masuk Temuan Kementan, Satgas Pangan Jombang Turun Gunung
Rossy kini bertugas sebagai dokter bedah umum di RSUD Ploso. Di luar praktik klinis, dia juga aktif mengajar mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Petra Surabaya.
Kecintaan pada dunia pendidikan tumbuh setelah Rossy mendapat kesempatan terlibat dalam proses pendirian Fakultas Kedokteran Petra.
Awalnya, dia diajak seorang dokter sekaligus pengajar bidang ortopedi untuk membantu pengembangan fakultas kedokteran.
Dari pengalaman itu, Rossy mulai menikmati interaksi dengan mahasiswa.
Baca Juga: Kasus PT Annisa Ahmada Melebar, Nasib 4.000 Jemaah Menggantung
Aktivitas mengajar pun terus dijalani hingga akhirnya dia memutuskan melanjutkan pendidikan S2 Ilmu Kedokteran Dasar di Universitas Airlangga.
’’Saya mulai mengajar karena diajak membantu pendirian FK Petra. Lama-lama saya semakin dekat dengan mahasiswa dan ternyata saya menikmati dunia pendidikan,’’ katanya.
Pendidikan Rossy seluruhnya ditempuh di Surabaya. Dia bersekolah di SD Petra 11, SMP Petra 2, dan SMA Petra 2. Pendidikan kedokteran ditempuh di Fakultas Kedokteran Universitas Hang Tuah pada 2003–2010.
Setelah menyelesaikan pendidikan dokter, Rossy sempat bekerja di RS Mitra Keluarga Surabaya sekitar dua tahun.
Kemudian melanjutkan pendidikan spesialis bedah umum di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga pada 2013–2019.
Selama masa pendidikan spesialis, dia menjalani rotasi di sejumlah rumah sakit, termasuk dua kali di RSUD Jombang. Menjelang akhir pendidikan spesialis, Rossy mendapat tawaran bergabung sebagai dokter bedah di RS Kristen Mojowarno.
Baca Juga: Kasus PT Annisa Ahmada Melebar, Nasib 4.000 Jemaah Menggantung
Setelah itu, dia juga bergabung dengan RS Mitra Keluarga Waru.
Pada 2024, dia kembali memperkuat bidang akademik melalui pendidikan S2 Ilmu Kedokteran Dasar di Universitas Airlangga. Pendidikan S2 diselesaikan pada 2026.
Menurut Rossy, menjalani profesi dokter dan dosen justru memberikan keseimbangan.
Aktivitas sebagai dokter menuntut konsentrasi tinggi, khususnya saat menangani pasien dan melakukan operasi.
Baca Juga: Cegah Korban Baru, Kemenhaj Blokir SISKOPATUH Travel PT Annisa Ahmada
Sementara mengajar memberikan suasana berbeda karena dia bisa berdiskusi dan berbagi ilmu dengan mahasiswa.
’’Praktik itu lebih seru karena memang jiwa saya ada di operasi. Kalau mengajar seperti istirahatnya. Tanggung jawabnya berbeda, suasananya juga lebih santai karena bersama mahasiswa. Bagi saya, mengajar itu menjadi momen istirahat saya dari aktivitas pelayanan sebagai dokter,’’ ungkapnya.
Rossy mulai bertugas di RSUD Ploso Agustus 2026. Saat ini dia menangani pelayanan bedah umum dan belum mendapat tugas tambahan.
Menariknya, Rossy tidak sejak awal membayangkan dirinya menjadi dokter spesialis bedah umum.
Saat menjalani pendidikan kedokteran, perempuan kelahiran Surabaya, 10 Februari 1986, sempat memiliki keinginan menekuni bidang kandungan.
Pilihan itu berubah ketika Rossy menjalani stase kandungan. Ada perasaan kurang cocok hingga ia mulai melihat bidang lain. Ketertarikan justru muncul saat menjalani stase bedah umum.
Baca Juga: Desil Warga Berubah, DPRD Jombang Siapkan Panja DTSEN
Kala itu, Rossy berkesempatan melihat aktivitas dokter Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) bedah umum di rumah sakit tempatnya bertugas. Saat menjalani jaga malam, ia beberapa kali ikut menyaksikan proses operasi.
’’Saya dulu kepenginnya kandungan. Tapi waktu stase di kandungan kok kayaknya bukan ini. Terus waktu stase di bedah umum, saya kebetulan tahu ada dokter calon bedah umum yang bertugas di rumah sakit saya. Waktu jaga malam, saya ikut beliau operasi, terus kok seru ya,’’ kenangnya. (wen/jif)
Editor : Ainul Hafidz