JombangBanget.id - Perjalanan Gustina Ari Murti SE Ak ME menjadi ASN Jombang dimulai dari Sumobito, tempat kelahirannya, sebelum ia tumbuh dan bersekolah di Blitar.
Setelah kuliah di Universitas Brawijaya dan sempat menjadi pengajar, ia menjadi PNS pada 2006 dan kini dipercaya memimpin Bidang Aset BPKAD Jombang.
’’Saya kelahiran Jombang, di Sumobito. Tetapi sejak kecil ikut bapak karena pekerjaannya di perkebunan. Jadi sebelum masuk TK, kami sudah pindah ke Blitar dan sejak saat itu sekolah sampai SMA di sana,’’ kenangnya.
Baca Juga: 300 Ton Limbah B3 di Jombang Diangkut, Sisa Segini yang Belum Dipulihkan
Ia mengawali sekolah di SDN Sananwetan 9. Kemudian melanjutkan ke SMPN 1 Blitar dan SMAN 1 Blitar.
Kemudian melanjutkan ke Universitas Brawijaya. Ia memilih Akuntansi di Fakultas Ekonomi, bidang yang kemudian menjadi bekal penting dalam perjalanan kariernya.
Setelah lulus kuliah 1999, Ina tidak langsung masuk birokrasi. Ia lebih dulu mengajar di lembaga bimbingan belajar. Kemudian menjadi dosen di STIE PGRI Dewantara Jombang.
’’Lumayan lama di sana. Bahkan ketika sudah menjadi PNS, saya masih sempat mengajar, sampai akhirnya sekitar 2008 saya memutuskan mengundurkan diri,’’ katanya.
Baca Juga: BPK Turun Audit Proyek Sekolah Rakyat Jombang, Ini Kondisinya
Ia menjadi PNS pada 2006. Latar belakang Akuntansi yang dimilikinya membuat penempatan awal juga tidak jauh dari bidang yang sesuai dengan kompetensinya.
’’Waktu itu pengangkatan disesuaikan dengan lowongan yang tersedia. Kebetulan background saya juga sesuai, terutama di bidang akuntansi dan auditor,’’ jelasnya.
Pertama menjadi ASN, Ina ditempatkan di Bawasda. Tidak lama kemudian, terjadi perubahan kelembagaan dengan terbentuknya BPKAD.
Dari sinilah perjalanan panjangnya di lingkungan pengelolaan keuangan dan aset daerah dimulai.
Menariknya, meski kini dipercaya sebagai Kepala Bidang Aset, Ina tidak memulai karier di BPKAD dari bidang tersebut. Ia justru lebih dulu bekerja di bagian akuntansi.
’’Awalnya saya di akuntansi. Jadi dari awal masuk BPKAD memang saya di sana, belum di bidang aset,’’ terangnya.
Baca Juga: Begini Respons Rais Aam Saat Tinjau Persiapan Muktamar NU di Tambakberas Jombang
Perjalanan itu terus berlanjut. Menjelang akhir 2022, Ina bergeser ke Subbid Penatausahaan dan Sistem Informasi.
’’Kemudian saya mendapat amanah sebagai Kabid Aset,’’ katanya.
Di tengah perjalanan karier, kehidupan keluarga juga terus berjalan. Ina menikah dan memiliki dua anak.
Anak pertamanya kini kuliah di Universitas Sebelas Maret (UNS), sedangkan anak keduanya masih duduk di bangku kelas 9 SMP.
Perjalanan Ina seperti berputar kembali ke titik awal. Ia lahir di Sumobito, tumbuh besar di Blitar, menempuh kuliah di Malang, sempat mengajar, lalu membangun karier sebagai ASN hingga dipercaya mengurusi aset daerah di tanah kelahirannya sendiri.
’’Jadi memang prosesnya panjang dan setiap tahap membawa pengalaman sendiri,’’ ungkapnya. (riz/jif)
Editor : Ainul Hafidz