JombangBanget.id – Tidak semua orang mendapat kesempatan kembali ke almamater sebagai pemimpin.
Kesempatan itu yang kini dijalani M Yusuf Junaidi SPd SAg.
Setelah meniti karier sebagai guru hingga kepala madrasah selama hampir tiga dekade, alumnus MTsN Bakalanrayung (sekarang MTsN 5 Jombang) itu dipercaya memimpin madrasah yang pernah membentuk perjalanan pendidikannya.
Baca Juga: Permohonan Poligami di Jombang Meningkat, PA Catat 7 Perkara Hingga Segini
M Yusuf Junaidi lahir di Kabupaten Mojokerto, 7 Februari 1973. Dia resmi menjabat Kepala MTsN 5 Jombang di Desa Keboan, Kecamatan Ngusikan, Jombang sejak 27 April 2026.
Amanah itu menjadi babak baru dalam perjalanan kariernya setelah sebelumnya memimpin MTsN 14 Jombang sejak 2022.
Yusuf mengawali pendidikan di MI Al Hidayah, Desa Betro, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto.
Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di MTsN Bakalanrayung yang kini berganti nama menjadi MTsN 5 Jombang. Pendidikan menengah ditempuh di PGAN Mojokerto (sekarang MAN 2 Mojokerto).
Baca Juga: Hakim Vonis 8 Tahun Penjara, Kasus Kakek di Jombang Perkosa Gadis Difabel
Pendidikan tinggi diselesaikan di IAIN Sunan Ampel Malang (sekarang UIN Maulana Malik Ibrahim Malang). Kemudian melanjutkan studi magister di Universitas Darul Ulum (Undar) Jombang.
Kariernya sebagai pendidik dimulai pada 1998 sebagai guru tidak tetap. Setahun berselang, ia diangkat menjadi guru PNS dan ditempatkan di Caruban, Madiun.
Pada 2008, ia dimutasi ke MAN 7 Jombang hingga akhirnya mendapat tugas tambahan sebagai Kepala MTsN 14 Jombang 2022 lalu.
Amanah memimpin MTsN 5 Jombang menjadi perjalanan yang terasa istimewa karena kembali ke almamater.
Jabatan menurutnya bukan hanya sebagai posisi, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan.
Karena itu, ia selalu berpegang pada prinsip menjalankan tugas sesuai aturan dan tidak menyia-nyiakan kepercayaan yang diberikan.
Baca Juga: Sekolah Rakyat Jombang Kini Terpusat di Tunggorono, Siswa di SKB Mojoagung Ikut Dipindahkan
’’Yang terpenting adalah bersyukur atas segala yang diberikan Allah Ta’ala dengan menjalankan tugas sesuai aturan yang berlaku dan tidak akan menyia-nyiakan amanah yang diembankan kepada kami,’’ katanya.
Dalam memimpin madrasah, Yusuf menempatkan kedisiplinan, kejujuran, dan tanggung jawab sebagai tiga nilai utama yang harus dimiliki seluruh warga madrasah.
”Nilai ini kami terapkan kepada guru, tenaga kependidikan, maupun peserta didik sebagai fondasi membangun budaya madrasah,” imbuhnya.
Ia juga menaruh perhatian besar pada pembentukan karakter siswa.
Baca Juga: Proyek Sekolah Rakyat di Jombang Belum Tuntas, Kontraktor Dikejar Deadline
Selain meningkatkan kemampuan akademik, pendidikan moral, kreativitas, dan inovasi menjadi bekal yang terus didorong agar lulusan mampu menghadapi tantangan masa depan.
Di luar aktivitas sebagai kepala madrasah, Yusuf gemar berolahraga, khususnya bola voli. Hobi itu menjadi cara menjaga kebugaran.
”Sekaligus untuk melepas penat setelah menjalankan aktivitas di lingkungan pendidikan,” tutur salah satu warga Desa Betro, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto ini.
Baca Juga: Mobilitas Peserta Muktamar NU Diprediksi Tinggi, Dishub Jombang Minta Tarif Angkutan Tetap Normal
Dengan pengalaman yang dimiliki, Yusuf berharap dapat terus membawa MTsN 5 Jombang berkembang menjadi madrasah yang unggul, berkarakter, dan mampu mencetak generasi yang berprestasi sekaligus berakhlak mulia. (fid/jif)
Editor : Ainul Hafidz