Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Terinspirasi dari Jember, Rio Fajri Kembangkan Kostum Karnaval Premium Khas Jombang

Wenny Rosalina • Minggu, 10 Mei 2026 | 04:30 WIB
Nama Rio Fajri Kostum kini mulai identik dengan dunia karnaval dan maskot premium di Jombang
Nama Rio Fajri Kostum kini mulai identik dengan dunia karnaval dan maskot premium di Jombang

JombangBanget.id - Nama Rio Fajri Kostum kini mulai identik dengan dunia karnaval dan maskot premium di Jombang.

Di balik usaha tersebut, ada kreativitas tanpa henti dari Satrio Irianto atau yang akrab disapa Rio. Sosok yang dikenal sebagai spesialis kostum maskot Jombang.

Bagi Rio, kostum bukan sekadar pakaian pertunjukan. Setiap karya memiliki konsep, karakter, hingga detail yang dipikirkan secara matang.

Inspirasi desainnya banyak berasal dari tren karnaval nasional, terutama dari Jember yang dianggapnya sebagai kiblat dunia karnaval Jawa Timur.

Baca Juga: Profil Rio Fajri, Pengusaha Kostum Karnaval Premium asal Jombang

”Kalau desain pasti cari inspirasi dulu, tapi tetap saya ubah supaya punya ciri khas sendiri,” ujarnya.

Tema kostum yang paling melejitkan namanya Cendrawasih. Kostum bernuansa burung khas Papua itu menjadi favorit banyak penyewa sepanjang 2025 hingga 2026.

Awalnya, ide Cendrawasih muncul setelah ia melihat referensi di sosial media. Namun setelah dipelajari lebih dalam, Rio merasa burung Cendrawasih memiliki nilai budaya kuat sebagai ikon Indonesia.

”Sekarang malah jadi kostum paling dicari,” katanya.

Popularitas kostum Cendrawasih membuatnya kini menyiapkan versi lanjutan berupa Cendrawasih Part 2 dan Part 3. Pada 2026 ini ia akan memiliki tiga varian kostum Cendrawasih sekaligus.

Rio juga tengah menyiapkan sejumlah tema baru. Salah satunya Sang Dragon atau naga, kostum besar dengan rangka lebih berat dibanding kostum lainnya.

”Kalau naga ini beratnya bisa hampir tujuh kilo,” ucapnya.

Ada pula kostum bertema Ratu Teratai dengan nuansa khas Bali. Serta Wangfu Cina, hingga tiga kostum ungu pesanan khusus dari Kecamatan Ngusikan yang mengusung tema ’’Kencana Ungu’’.

Menurut Rio, tren kostum 2025 hingga 2026 masih didominasi tema ratu dengan detail megah dan sayap besar.

Baca Juga: Proyek Sekolah Rakyat Jombang Terancam Molor, Pemkab Siapkan Skenario Darurat

Sementara untuk karakter laki-laki, ia lebih memilih desain karnaval berukuran besar namun tetap nyaman digunakan.

Untuk menjaga kualitas, semua kostum disimpan secara khusus setelah musim karnaval selesai.

Setiap kostum diplastikkan dan dimasukkan ke box container tersendiri agar detail aksesorinya tidak tercecer.

’’Karena satu kostum itu detailnya banyak sekali,’’ jelasnya. 

Dalam proses produksi, Rio tidak bekerja sendirian. Ia memiliki enam asisten yang membantu terutama saat mendekati musim karnaval.

Meski begitu, ia tetap turun langsung untuk pemasangan kostum baru maupun kostum dengan desain rumit.

Bukan hanya membuat dan menyewakan kostum, Rio juga masih aktif menjadi model maskot dalam berbagai event. Salah satunya saat menjadi pembuka Jombang Carnival 2025.

Menjadi model maskot tidaklah mudah. Fisik harus benar-benar kuat karena beban kostum bisa sangat berat.

”Pernah waktu 2024 saya langsung jatuh tidak sadar setelah finish karena kostumnya hampir 14 kilo,’’ ungkap pria kelahiran Jombang 21 April 1993 tersebut.

Karena itu, ia rutin menjaga kebugaran dengan gym satu bulan sebelum tampil dalam event besar. Baginya, dunia maskot membutuhkan kekuatan fisik sekaligus ketahanan mental.

Baca Juga: Kuota Tambah 270 Siswa, Gedung Baru Sekolah Rakyat di Tunggorono Jombang Belum Siap

Saat ini, kostum-kostum milik Rio tidak hanya dikenal di Jombang.

Penyewaan sudah merambah ke berbagai daerah seperti Lamongan, Malang, Mojokerto, hingga Kasembon.

Ia pun optimistis tren dunia karnaval akan terus berkembang. Setiap tahun, tema kostum akan selalu berubah mengikuti tren masyarakat dan kreativitas para pelaku seni.

Karena itu, ia terus berinovasi agar karya-karyanya tetap relevan dan berbeda.

”Sekarang sebagian besar desain terbaru sudah murni dari pikiran saya sendiri,” tuturnya. (wen/jif)

Editor : Ainul Hafidz
#rio fajri #kostum karnaval premium #jember #Jombang