JombangBanget.id – Kepala SMAN Ngoro, Didik Agus Pramono SPd MM menjadi salah satu figur pendidik yang menapaki karier dari bawah dengan dedikasi kuat terhadap dunia pendidikan.
Lahir di Jombang pada 26 Mei 1977, ia mengawali pendidikan di SDN Godong. Kemudian melanjutkan ke SMPN 1 Gudo dan SMAN 1 Jombang.
Minat pria yang tinggal di Desa Godong, Kecamatan Gudo ini terhadap dunia pendidikan, khususnya bahasa, mengantarkannya menempuh pendidikan S-1 di Universitas PGRI Jombang jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. Ia kemudian melanjutkan pendidikan S-2 di Universitas Dr Soetomo Surabaya dengan mengambil Magister Manajemen.
Kariernya dimulai sebagai guru Bahasa Inggris di SMAN Bandarkedungmulyo. Di sekolah tersebut, ia tidak hanya mengajar, tetapi juga dipercaya sebagai pembina OSIS dan wakil kepala sekolah bidang kurikulum. Pengalaman tersebut menjadi fondasi kuat dalam memahami dinamika pembelajaran sekaligus manajemen sekolah.
Kemampuannya dalam mengelola pendidikan kemudian mengantarkannya dipercaya menjadi kepala SMA Negeri Ngoro. Tempat ia kini mengabdikan diri dalam membangun budaya sekolah yang inovatif dan berkarakter.
Ketertarikannya menjadi guru telah tumbuh sejak bangku SMA. Saat itu, ia sering membantu anak-anak di lingkungan sekitar yang mengalami kesulitan belajar.
’’Dari kebiasaan itu muncul kesadaran tentang makna mendidik,’’ ungkapnya.
Ia meyakini setiap anak memiliki potensi unik yang perlu diasah. Baginya, pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, tetapi sarana membangun masa depan individu, komunitas, hingga bangsa.
’’Pendidikan menumbuhkan empati, integritas, dan ketangguhan dalam kehidupan bermasyarakat,’’ jelasnya.
Selain itu, profesi guru menurutnya juga menjadi ruang untuk terus belajar. ’’Ada pepatah docendo discimus, dengan mengajar kita belajar. Siswa adalah cermin yang mengajarkan kesabaran, fleksibilitas, dan rasa ingin tahu,’’ tambahnya.
Selama menjadi pendidik, pengalaman paling berkesan baginya bukan sekadar capaian nilai atau penghargaan, melainkan perubahan yang dialami siswa.
’’Kesan terbesar adalah ketika melihat siswa yang awalnya biasa saja, kemudian mampu menemukan dan mengembangkan potensinya hingga sukses sesuai bakat dan minatnya,’’ tuturnya.
Dalam kepemimpinannya, Didik menghadirkan berbagai program unggulan yang menyentuh aspek karakter, kreativitas, hingga kemandirian siswa.
Baca Juga: Profil Bambang Tedjoatmoko, Kabid Dalops dan Perparkiran Dishub Jombang yang Humanis dalam Pelayanan
Program pertama adalah SEBARKASIH (Sehat, Berkah, Kreasi, dan Bersih). Ini kegiatan pembiasaan positif yang diawali dengan senam bersama, pembagian berkah, penampilan kreasi siswa, kerja bakti, hingga makan bergizi bersama.
Program kedua BERKAH (Belajar Berkebun dengan Menanam Buah). Ini merupakan kegiatan lintas mata pelajaran untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus menanamkan jiwa kewirausahaan. Dalam program ini, sekolah berkolaborasi dengan alumni untuk mendampingi siswa dari proses penanaman hingga pemasaran hasil panen.
Program ketiga CERITA (Cerdas Berliterasi Bersama). Ini fokus pada penguatan budaya literasi melalui kegiatan membaca, menulis, dan diskusi. Program ini juga mencakup pembatasan penggunaan gawai di kelas, optimalisasi perpustakaan, serta peningkatan budaya baca tulis dalam pembelajaran.
Seluruh program tersebut dirancang berkelanjutan dan melibatkan seluruh warga sekolah guna membangun karakter siswa secara menyeluruh. (wen/jif)
Editor : Ainul Hafidz