Binrohtal: Delapan Pelajaran Hidup agar Tak Terjebak Dengki dan Dunia

Rojiful Mamduh • Dipublikasikan Senin, 26 Oktober 2026 | 06:54 WIB
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.

JombangBanget.id - Menghindari dengki, mengendalikan hawa nafsu, mengutamakan amal saleh, dan berserah diri kepada Allah merupakan bagian dari delapan pelajaran kehidupan Hatim al-Asham.

Kisah yang dipaparkan Sekretaris MWC NU Kecamatan Jombang, Dr KH Abdul Basit Misbachul Fitri dalam khotbah di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Jumat (23/10).

Dia mengajak umat Islam mengevaluasi orientasi hidup dan menjaga hubungan dengan sesama manusia.

’’Hatim al-Asham belajar selama 33 tahun kepada Syaqiq al-Balkhi radliyallahu anhuma. Hasilnya, ada delapan pengetahuan yang dia peroleh,’’ tuturnya.

Baca Juga: HUT ke-72 RSUD Jombang, Genjot Inovasi Layanan Digital

Pertama, aku melihat manusia mencintai kekasihnya. Ia terus bersama kekasihnya. Namun, ketika ia sudah sampai kubur, yang ia kasihi meninggalkannya.

Maka aku jadikan amal-amal baik sebagai kekasihku. Sehingga ketika aku masuk kubur, maka kekasihku masuk ke kubur bersamaku.

Kedua, aku melihat firman Allah azza wa jalla: Dan Adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya.

Baca Juga: Warga Tragal Jombang Demo, Tolak 62 Sertifikat Lahan Eks Waduk

Maka Sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya) (QS An-Nazi’at 40 - 41).

Maka aku memaksa nafsuku untuk menolak kesenangan hingga nafsuku tenang untuk taat kepada Allah ta’ala. 

Ketiga, aku melihat orang yang memiliki sesuatu yang berharga, maka ia mengangkat dan menjaganya.

Kemudian aku melihat firman Allah: Apa yang di sisi kalian akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal (QS An-Nahl 96).

Sehingga, setiap aku memiliki sesuatu yang berharga, maka aku hadapkan kepada Allah agar tetap terjaga di sisi-Nya. 

Keempat, aku melihat sebagian manusia ingin mulia dengan jabatan, harta dan anak.

Baca Juga: Air Pamsimas Asin, 150 KK di Jiporapah Jombang Andalkan Bantuan Air Bersih

Kemudian aku melihat firman Allah: Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa (QS al-Hujurat 13).

Maka aku beramal takwa berharap aku menjadi orang yang mulia di sisi Allah. 

Kelima, sebagian manusia mencela sebagian yang lain karena dengki. Kemudian aku melihat firman Allah: Kami telah menentukan bagian mereka dalam kehidupan dunia (QS Az-Zukhruf 32).

Maka aku tinggalkan sifat dengki dan aku menjauh dari manusia. Aku yakin, sesungguhnya pembagian sudah ada dari sisi Allah ta’ala.

Baca Juga: Krisis Air Bersih, Warga Jiporapah Jombang Mengais Air dari Belik

Maka aku menghindari permusuhan dengan manusia. 

Keenam, sebagian manusia berbuat zalim pada sebagian yang lain. Dan sebagian dari mereka memerangi sebagian yang lain.

Kemudian aku kembali kepada firman Allah ta’ala: Sesungguhnya setan itu musuh bagimu, Maka anggaplah ia musuhmu (QS Fathir 6).

Maka aku hanya memusuhi setan saja. Aku tidak memusuhi makhluk selain setan. 

Ketujuh, aku melihat sebagian manusia mencari serpihan roti hingga ada yang menghinakan diri sendiri.

Dan mereka terjerumus ke dalam sesuatu yang tidak halal. Kemudian aku melihat firman Allah ta’ala: Dan tidak ada suatu binatang melata (makhluk hidup) pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya (QS Huud 6).

Baca Juga: Cekcok Saat Tagih Angsuran, Penagih Utang Dibacok di Jombang

Maka aku yakin sesungguhnya aku merupakan salah satu dari makhluk hidup yang ditanggung rezekinya oleh Allah. Aku sibukkan dengan apa yang menjadi hak Allah ta’ala atas diriku. 

Kedelapan, aku melihat sebagian manusia berpasrah diri dan bertawakkal kepada makhluk. Sebagian tawakkal pada kebunnya.

Sebagaian lagi tawakkal pada dagangannya. Sebagian lain tawakkal pada pekerjaannya. Dan sebagian lain lagi mengandalkan kesehatan badannya.

Semua makhluk tawakkal pada makhluk yang lain yang sama lemahnya dengannya.

Kemudian aku kembali pada firman Allah ta’ala: Dan Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya (QS Ath-Thalaq 3).

Maka aku berserah diri kepada Allah azza wa jalla. Aku yakin Allahlah Tuhan yang mencukupiku. (jif/naz)

Editor : Ainul Hafidz
hatim al-asham delapan hidup Binrohtal Jombang