Binrohtal: Ingin Hidup Tenang? Ini Tujuh Sifat yang Perlu Dihindari

Rojiful Mamduh • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 05:11 WIB
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.

JombangBanget.id - Ada tujuh sifat yang perlu dihindari agar hidup lebih tenang.

Hal itu disampaikan Sekretaris MUI Kecamatan Jombang KH Agung Bahroni dalam kajian di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Selasa (15/9).

’’Sebagian ahli hikmah berkata: Jauhilah tujuh sifat, niscaya badan dan hatimu akan beristirahat, serta agama dan kehormatanmu akan selamat,’’ tuturnya.

Baca Juga: FRMJ Dirikan Tenda, Siap Bermalam di Depan Kantor Pemkab Jombang

Pertama, jangan bersedih berlebihan atas apa yang telah hilang.

Allah Ta’ala berfirman: Semua terjadi atas kehendak Allah, supaya kamu tidak bersedih hati terhadap apa yang luput dari kamu dan tidak terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu.

Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri (QS Al-Hadid 23).

Bukan berarti seorang mukmin tidak boleh bersedih. Nabi Ya'qub alaihissalam pun menangis dan bersedih ketika kehilangan Nabi Yusuf alaihissalam.

Baca Juga: Daur Ulang Jadi Kreasi, Pawai Budaya Denanyar Jombang Makin Meriah

Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam menangis ketika putranya wafat. Namun, kesedihan tidak boleh membuat seseorang kehilangan keyakinan kepada Allah.

Yang sudah berlalu tidak bisa kembali. Yang bisa dilakukan, mengambil pelajaran, kemudian melanjutkan kehidupan dengan tawakal.

Kedua, jangan memikul kegelisahan atas sesuatu yang belum terjadi.

Banyak orang lelah bukan karena masalah yang sedang dihadapinya, tetapi karena memikirkan berbagai kemungkinan yang belum tentu terjadi.

Hari ini belum mendapatkan musibah, tetapi hati sudah membayangkan berbagai macam bencana. Belum terjadi sesuatu, tetapi pikiran sudah dipenuhi ketakutan.

Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Ketahuilah, apa yang tidak ditetapkan untukmu tidak akan pernah sampai kepadamu, dan apa yang ditetapkan untukmu tidak akan pernah luput darimu.

Baca Juga: Daur Ulang Jadi Kreasi, Pawai Budaya Denanyar Jombang Makin Meriah

Karena itu, jangan membebani hari ini dengan kesedihan untuk sesuatu yang belum tentu datang.

Ketiga, jangan mencela orang atas kesalahan yang juga ada pada dirimu.

Allah berfirman: Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, boleh jadi yang diolok lebih baik daripada yang mengolok (QS Al-Hujurat 11).

Rasulullah bersabda: Beruntunglah orang sibuk dengan aibnya hingga lupa dengan aib orang lain.

Baca Juga: Auliya Octaviani, Ibu Empat Anak yang Masih Mengejar Cita-Cita Lanjut S2

Keempat, jangan menuntut balasan atas sesuatu yang belum kamu kerjakan. Allah berfirman: Dan manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya (QS An-Najm 39).

Orang yang terbiasa berbuat baik tanpa banyak menuntut balasan akan lebih ringan hatinya. Sebab, ia menggantungkan balasan utama kepada Allah.

Kelima, jangan memandang dengan syahwat sesuatu yang tidak kamu miliki.

Rasulullah bersabda; Pandangan itu merupakan anak panah beracun dari anak-anak panah iblis.

Barang siapa meninggalkannya karena takut kepada Allah, maka Allah akan memberinya keimanan yang ia rasakan manisnya di dalam hatinya.

Keenam, jangan marah kepada orang yang kemarahanmu tidak membahayakannya.

Baca Juga: Hasil Lab Ungkap Udang Saus Padang MBG di Jombang Mengandung E. Coli

Rasulullah bersabda: Orang kuat bukanlah yang menang dalam bergulat. Orang kuat ialah orang yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah.

Menahan marah bukan berarti membiarkan kezaliman. Namun, ketika kemarahan hanya menjadi luapan ego dan tidak membawa perbaikan, menahannya jauh lebih menyelamatkan.

Ketujuh, jangan memuji orang dengan pujian yang bertentangan dengan kenyataan. 

Rasulullah bersabda; Apabila kalian melihat orang-orang yang suka memuji secara berlebihan, maka taburkanlah tanah ke wajah mereka. (jif/naz)

Editor : Ainul Hafidz
dihindari sifat hidup Tenang Binrohtal