Binrohtal: Bukan Cuma Shalawat, Ini Tiga Tanda Mencintai Nabi Muhammad

Rojiful Mamduh • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 05:11 WIB
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.

JombangBanget.id - Mencintai Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam tidak hanya ditunjukkan dengan memperbanyak shalawat, tetapi juga dengan mengikuti sabdanya, senang dekat dengan tuntunan beliau, dan berusaha mendapatkan rida Rasulullah.

Hal itu dijelaskan Ustaz Abdul Ghofar dari PP Mambaul Maarif, Denanyar dalam kajian di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Senin (7/9).

Baca Juga: Hasil Lab Keluar, Udang Saus Padang MBG di SMPN 1 Kabuh Jombang Positif Mengandung E Coli

’’Rasulullah bersabda: Tidak sempurna iman salah seorang di antara kalian sampai aku lebih ia cintai daripada orang tuanya, anaknya, dan seluruh manusia,’’ tuturnya.

Suatu ketika Umar bin Khattab radiyallahu anhu berkata kepada Nabi; Aku mencintaimu lebih dari apapun, kecuali diriku sendiri. 

Lalu Nabi bersabda: Tidak sempurna iman salah seorang di antara kalian sampai aku lebih ia cintai daripada dirinya sendiri.

Umar lalu berkata; Sekarang aku lebih mencintaimu daripada diriku sendiri. Makanya Umar mengeluarkan pernyataan yang semua orang kafir kecil hati.

Baca Juga: Sungai di Jombang Penuh Endapan dan Limbah Berbau Busuk, DLH Jombang Bilang Begini

’’Tidak ada yang bisa membunuh Nabi selama aku berada disisinya.’’

Ini menunjukkan Umar siap memberikan nyawanya demi membela Nabi, sehingga orang-orang kafir ketakutan.

Besarnya kedudukan cinta kepada Nabi juga disebutkan dalam firman Allah Ta’ala di QS At-Taubah 24.

Katakanlah: Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, pasangan-pasanganmu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah memberikan keputusan-Nya.

Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.

’’Tanda mencintai itu ada tiga,’’ terangnya. 

Pertama, lebih memilih ucapan Nabi. Salah satu tanda cinta, lebih memilih ucapan orang yang dicintainya.

Baca Juga: Kemarau Panjang, Embung di Jombang Ini Kondisinya Mengenaskan

Orang yang mencintai Nabi akan berusaha mengetahui sabda-sabda Nabi. Ketika telah jelas tuntunan Rasulullah, ia tidak meremehkannya.

Ia berusaha menyesuaikan perkataan dan kehidupannya dengan petunjuk Nabi.

Allah berfirman: Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah. Apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah (QS Al-Hasyr 7).

Semakin besar cinta kepada Nabi, semestinya semakin sering lisan menyebut namanya dengan shalawat dan semakin besar perhatian terhadap sunah Nabi.

Kedua, senang duduk dan dekat dengan Nabi. Termasuk tanda cinta, senang berada dekat dengan orang yang dicintai.

Baca Juga: Habis Cek Lahan, Warga Surabaya Meninggal Mendadak di Villa Wonosalam

Para sahabat sangat mencintai Rasulullah. Mereka rela meninggalkan keluarga dan kesibukan untuk duduk bersama beliau, mendengarkan nasihat beliau, memandang wajah beliau, serta mempelajari setiap ucapan dan perbuatannya.

Sahabat Tsauban sangat mencintai Rasulullah. Suatu hari ia datang kepada Nabi dalam keadaan wajahnya berubah dan tampak sedih.

Ketika ditanya, ia mengungkapkan kegelisahannya. Ia tidak memiliki keraguan terhadap dunia, tetapi ia takut ketika kelak berada di akhirat, kedudukannya tidak lagi bisa berdekatan dengan Rasulullah.

Ia berkata: Aku ketika mengingatmu, aku merasa sangat rindu kepadamu. Aku khawatir di akhirat terpisah darimu.

Baca Juga: Sungai di Jombang Penuh Endapan dan Limbah Berbau Busuk, Sumur Warga Ikutan Tercemar

Allah kemudian menurunkan kabar gembira bagi orang-orang yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya: Siapa yang menaati Allah dan Rasul, mereka akan bersama orang-orang yang diberi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi, para pencinta kebenaran, para syuhada, dan orang-orang saleh. Mereka itulah sebaik-baik teman (QS An-Nisa 69).

Ketiga, termasuk tanda cinta, berusaha mendapatkan rida orang yang dicintai.

Orang yang mencintai Nabi akan bertanya dalam menjalani kehidupan: apa yang membuat Rasulullah rida?

Apa yang beliau sukai? Apa yang Nabi perintahkan? Apa yang Nabi larang?

Allah berfirman: Katakanlah: Jika kalian mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintai kalian (QS Ali Imran 31). (jif/naz)

Editor : Ainul Hafidz
shalawat mencintai Binrohtal nabi muhammad tanda