Binrohtal: Empat Makna Kehidupan dalam Alquran yang Perlu Dipahami

Rojiful Mamduh • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 06:43 WIB
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.

JombangBanget.id - Kehidupan dalam Alquran memiliki empat makna penting yang perlu dipahami seorang mukmin, yakni ibadah, sementara, ujian, dan kembali kepada Allah.

Penjelasan itu disampaikan Pengasuh Pondok Pesantren Zainur Rosyid, Tapen, Kudu, Dr H Agus Sholahuddin dalam kajian usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Kamis (10/9).

’’Ada empat makna kehidupan Alquran,’’ tuturnya.

Baca Juga: Dana Desa Sudah Dipotong, Pembangunan Gerai KDKMP di Jombang Mandek

Pertama, hidup untuk ibadah. Allah Ta’ala berfirman: Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku (QS Adz-Dzariyat 56).

Ibadah bukan hanya ritual. Aktivitas sehari-hari dapat bernilai ibadah apabila dilakukan dengan niat karena Allah Ta’ala.

Harta dipakai ibadah. Jabatan dipakai ibadah. Kendaraan dipakai ibadah. Kesehatan dipakai ibadah. Umur dipakai ibadah. Anak istri diarahkan untuk ibadah.

Kedua, kehidupan dunia itu sementara. Allah Ta’ala berfirman: Setiap yang bernyawa akan merasakan mati (QS Ali Imran 185).

Baca Juga: Cabai Rawit di Jombang Tembus Rp 70 Ribu per Kilogram, Pembeli Kurangi Belanja

Rambut yang dahulu hitam menjadi putih. Kekuatan yang dahulu besar menjadi lemah.

Orang-orang yang dahulu bersama kita satu per satu meninggalkan dunia.

Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam mengingatkan: Jadilah engkau di dunia seperti orang asing atau seorang musafir.

Orang yang sedang menjadi musafir tidak akan membangun seluruh hidupnya di tempat persinggahan. Ia mengambil bekal secukupnya karena mengetahui bahwa perjalanan masih berlanjut.

Demikian pula seorang mukmin. Dunia adalah tempat perjalanan, bukan tempat tinggal selamanya.

Nabi Nuh alaihissalam berdakwah dalam waktu yang sangat panjang, 950 tahun. Namun pada akhirnya beliau pun meninggalkan dunia.

Baca Juga: Pakar Soroti Potensi Pidana, soal Kasus 259 Siswa Diduga Keracunan MBG

Yang penting bukan berapa panjang umur kita, tetapi untuk apa umur itu digunakan.

Ketiga, hidup adalah ujian. Allah Ta’ala berfirman: Yang menciptakan mati dan hidup untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang paling baik amalnya (QS Al-Mulk 2).

Artinya, kehidupan bukan hanya berisi kesenangan. Ada sehat dan sakit.

Ada kaya dan miskin. Ada lapang dan sempit. Ada berhasil dan gagal. Ada dipuji dan dicela.

Semuanya dapat menjadi ujian. Allah Ta’ala juga berfirman: Kami menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (QS Al-Anbiya 35).

Menariknya, Allah menyebut kebaikan dan keburukan sama-sama sebagai ujian.

Kemiskinan ujian, apakah seseorang bersabar. Kekayaan juga ujian: apakah seseorang bersyukur.

Kesulitan ujian: apakah seseorang tetap percaya kepada Allah. Kemudahan juga ujian: apakah seseorang tetap mengingat Allah.

Maka jangan mengira orang yang sedang mendapat kenikmatan berarti sedang tidak diuji.

Bisa jadi justru kenikmatan itu merupakan ujian yang lebih berat.

Baca Juga: Bulog Salurkan Bantuan Beras untuk 1.605 Warga Desa Bareng Jombang

Keempat, kehidupan ini akan berakhir dengan kembali kepada Allah.

Allah berfirman: Sesungguhnya kami milik Allah dan sesungguhnya kepada-Nya kami kembali (QS Al-Baqarah 156).

Kita datang ke dunia tidak membawa apa-apa. Kemudian Allah memberi umur. Memberi kesehatan. Memberi keluarga.

Memberi harta. Memberi ilmu. Memberi kesempatan. Kemudian semuanya akan dipertanggungjawabkan.

Jika seseorang benar-benar memahami hidup untuk beribadah, dunia hanya sementara, kehidupan merupakan ujian, dan akhirnya akan kembali kepada Allah, maka akan tumbuh dalam hatinya khouf, rasa takut kepada Allah.

Bukan takut seperti takut kepada manusia.

Khouf kepada Allah adalah rasa takut yang membuat seseorang berhati-hati dalam menjalani hidup. Takut berbuat dosa.

Takut menyia-nyiakan umur. Takut meninggalkan salat. Takut mengambil hak orang lain.

Takut memakan harta yang haram. Takut menyakiti orang lain.
Takut datang kepada Allah dengan membawa dosa. (jif/naz)

Editor : Ainul Hafidz
empat alquran Kehidupan Binrohtal makna