Binrohtal: Gandeng Nabi Muhammad Jadi Istimewa, KH Khairil Anam Ungkap Kisah Khalid bin Walid

Rojiful Mamduh • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 09:15 WIB
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.

JombangBanget.id – Apa pun yang berkaitan dengan Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam memiliki keistimewaan dan keberkahan.

Pesan tersebut disampaikan anggota Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Jombang KH Khairil Anam saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Senin (31/8).

KH Khairil Anam menjelaskan, kemuliaan Nabi Muhammad juga membuat waktu, tempat maupun sesuatu yang memiliki hubungan dengan beliau menjadi istimewa. Salah satunya Rabiul Awwal yang dikenal sebagai bulan kelahiran Nabi Muhammad.

Baca Juga: Binrohtal: Ingin Tahu Tanda Dikehendaki Baik Allah? Ini Tiga Cirinya

"Apapun yang berhubungan dengan Nabi Muhammad menjadi istimewa dan barokah. Rabiul Awwal bulan biasa menjadi istimewa karena bulan lahirnya Nabi," tuturnya.

Menurutnya, gambaran kecintaan para sahabat kepada Nabi Muhammad juga terlihat dari kisah Khalid bin Walid. Panglima perang yang mendapat julukan Saifullah atau Pedang Allah itu disebut selalu menjaga beberapa helai rambut Nabi yang disimpannya di dalam kopiah.

Dalam sebuah peperangan, kopiah tersebut sempat terjatuh. Khalid bahkan berusaha keras mengambilnya kembali hingga membuat para sahabat bertanya mengenai alasannya.

Baca Juga: Binrohtal: Cinta kepada Nabi Harus Dibuktikan, Bukan Cuma Diucapkan

"Khalid menjawab, di kopiah itu terdapat rambut Rasulullah. Dan dia selalu memenangi perang selama memakai kopiah itu," jelasnya.

KH Khairil Anam mengatakan, kecintaan para sahabat kepada Rasulullah tidak sekadar berupa penghormatan. Ia mencontohkan bagaimana para sahabat hampir berebut mendapatkan bekas air wudu Nabi.

"Mereka sangat mencintai beliau. Ketika Rasulullah berwudu, para sahabat hampir berebut mendapatkan bekas air wudu beliau. Ini bukan sekadar penghormatan, ini ekspresi cinta kepada Rasulullah," ungkapnya.

Kisah lain disampaikan tentang Ummu Sulaim, ibunda Anas bin Malik. Rasulullah pernah tidur di rumahnya. Saat itu, keringat Nabi menempel di tikar tempat beliau tidur.

Ummu Sulaim kemudian mengerok bagian tikar tersebut untuk mengambil keringat Nabi dan menyimpannya dalam wadah. Ketika ditanya Rasulullah, ia menjelaskan keringat tersebut akan digunakan sebagai minyak wangi.

"Rasulullah tidak melarang perbuatan Ummu Sulaim tersebut," katanya.

Dari kisah tersebut, KH Khairil Anam mengajak umat Islam menyadari besarnya keutamaan mencintai dan mendekatkan diri kepada Rasulullah. Meski tidak dapat bertemu secara langsung, hubungan dengan Nabi tetap bisa disambungkan melalui iman, mengikuti sunah dan memperbanyak salawat.

Baca Juga: Binrohtal: Mbah Bolong Ungkap Resep Agar Mendapat Pertolongan Allah

Allah Ta'ala juga menyebut Nabi Muhammad sebagai rahmat bagi seluruh alam dalam QS Al-Anbiya ayat 107.

"Kalau ingin mendapat rahmat dari Allah Ta'ala, harus berhubungan dengan Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam," pesannya.

Ia kemudian mengingatkan keutamaan bersalawat. Dalam hadis disebutkan, orang yang bersalawat kepada Nabi sekali akan mendapat balasan sepuluh kali dari Allah.

"Orang yang paling dekat dengan Nabi di surga yakni yang paling banyak baca salawat," pungkasnya. (jif/naz/riz)

Editor : Achmad RW
Khalid bin Walid istimewa Binrohtal nabi muhammad