Binrohtal: Cinta kepada Nabi Harus Dibuktikan, Bukan Cuma Diucapkan

Rojiful Mamduh • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 06:29 WIB
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.

JombangBanget.id - Kecintaan kepada Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam tidak cukup hanya diucapkan, tetapi perlu dibuktikan melalui selawat dan meneladani akhlaknya.

Pesan ini disampaikan Pengurus MWCNU Kecamatan Sumobito, H Ahmad Mauzul dalam kajian seusai salat Zuhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Kamis (27/8).

’’Di akhirat nanti kita akan dikumpulkan bersama orang yang dicintai,’’ tuturnya.

Baca Juga: Transaksi Digital Masuk Pesantren, Bank Jatim Perkuat PP Bahrul Ulum Tambakberas Jombang

Suatu ketika Rasulullah berkhotbah cerita hari kiamat. Tiba-tiba ada sahabat menyela bertanya; Kapan hari kiamat itu?

Nabi lalu bertanya balik: Apa persiapanmu untuk menghadapi hari kiamat?

Sahabat itu menjawab; Saya tidak punya persiapan. Tapi saya mencintaimu.

Nabi lalu bersabda: Kamu bersama orang yang kamu cintai.

Baca Juga: Menginap di MAU Tambakberas Jombang, Muktamirin Serasa di Hotel

Umar bin Khattab radiyallahu anhu berkata; Sejak masuk Islam, kabar paling membahagiakan yang dia dengar yakni hadis Nabi: Seseorang akan bersama dengan orang yang dia cintai.

’’Cinta kepada Nabi harus dibuktikan,’’ ucapnya.

Di antaranya dengan banyak membaca salawat. Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Orang yang membaca salawat 500 kali tiap hari maka hidupnya tidak akan fakir. 

Malaikat Jibril berkata; Orang yang baca salawat 10 kali tiap hari akan dia gandeng masuk surga seperti kilat.

Malaikat Mikail akan memberinya minum air telaga Kautsar sehingga tidak pernah lagi merasa haus.

Malaikat Israfil akan sujud dan tidak mengangkat kepala hingga dia diampuni. Serta malaikat Izrail mencabut ruhnya seperti para nabi.

Baca Juga: Gus Yahya Beber Mekanisme Usulan Calon AHWA Muktamar NU di Jombang

’’Mencintai Nabi juga harus meneladani akhlak Nabi,’’ ungkapnya.

Kepada istri Nabi sangat memuliakan. Memanggil dengan panggilan terbaik, ya humaira, wahai yang pipinya putih kemerahan.

Nabi minum dari gelas yang sama dengan istrinya. Nabi menaruh bibirnya di sisi gelas yang masuk ke bibir istrinya. Nabi juga membantu pekerjaan rumah.

Nabi juga mendoakan istrinya. Nabi juga guyon dengan istrinya. Aisyah cerita, pernah balapan lari dengan Nabi.

Baca Juga: Khofifah Cek Homebase Muktamirin, Empat Sekolah Disiapkan di Jombang

Di awal nikah, Aisyah menang. Namun setelah dia makin gemuk, ganti dia yang kalah.

Nabi juga memeluk dan mencium anak cucunya. Nabi tidak pernah memaksa anaknya. Ketika Fatimah dilamar Abu Bakar, Fatimah menjawab tidak. Maka Nabi tidak menikahkan dengan Abu Bakar.

Ketika dilamar Umar, Fatimah juga  menjawab tidak. Ketika dilamar Ustman, tetap menjawab tidak. 

Baru ketika dilamar Ali dia diam. Nabi bersabda, diamnya wanita tanda setuju. Maka Nabi menikahkan Fatimah dengan Ali.

Baca Juga: Khofifah Cek Homebase Muktamirin, Empat Sekolah Disiapkan di Jombang

Termasuk meneladani Nabi yakni masuk kamar kamar mandi menggunakan kaki kiri. Keluar kamar mandi menggunakan kaki kanan.

Buang air dengan duduk. Makan dengan tangan kanan sambil duduk. (jif/naz)

Editor : Ainul Hafidz
dibuktikan cinta nabi Binrohtal Jombang