JombangBanget.id - Teladan Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam dalam memperlakukan istri, anak, pekerja, dan tetangga menjadi kunci penting membangun keluarga sakinah.
Hal itu disampaikan KH Samsul Anam saat khotbah di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Jumat (21/8).
’’Meneladani Nabi dalam kehidupan rumah tangga akan membuat keluarga sakinah. Kalau semua keluarga sakinah maka satu RT/RW juga sakinah. Satu desa juga sakinah. Akhirnya satu daerah bahkan satu negara sakinah,’’ tuturnya.
Baca Juga: Jembatan Bailey Kudubanjar Jombang Segera Dibangun, Warga Gelar Doa
Allah Ta’ala berfirman di Surat Ali ‘Imran ayat 31: Katakanlah, ‘Jika kamu benar-benar mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.
Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Cinta kepada Allah tidak cukup hanya diucapkan dengan lisan. Tapi harus dibuktikan dengan mengikuti Rasulullah.
Allah Ta’ala berfirman: Sungguh, telah ada pada diri Rasulullah suri teladan yang baik bagimu (QS Al-Ahzab 21).
Baca Juga: Begini Serunya 2.500 Anak PAUD Jombang Ikuti Senam Ceria
Rasulullah bersabda: Sebaik-baik kalian yang paling baik kepada keluarganya, dan aku orang yang paling baik kepada keluargaku.
Kadang seseorang bisa bersikap ramah kepada orang lain, tetapi mudah marah kepada istri. Bisa berbicara lembut kepada tamu, tetapi kasar kepada anak.
Bisa tersenyum kepada tetangga, tetapi tidak sabar menghadapi keluarganya.
Padahal, keluarga yang paling berhak mendapatkan akhlak terbaik kita.
Sayyidah Aisyah meriwayatkan, Rasulullah pernah minum dari tempat yang sama dengan tempat minum Aisyah. Nabi juga meletakkan mulutnya pada bagian bekas Aisyah minum.
Nabi juga pernah balapan lari dengan Aisyah. Nabi memanggil Aisyah dengan Humairo (yang cantik dengan pipi kemerahan).
Baca Juga: Belum Sampai Finis, Hasil Bumi Karnaval Mobil Hias Jombang Sudah Ludes
Ini bentuk sederhana dari kasih sayang Nabi. Cinta tidak selalu harus diwujudkan dengan sesuatu yang mahal.
Perhatian kecil, ucapan lembut, senyuman, dan menghargai pasangan justru menjadi perekat rumah tangga.
Rasulullah sangat menyayangi anak-anak. Beliau pernah memeluk dan mencium cucunya, Al-Hasan bin Ali ra.
Kemudian seorang sahabat bernama Al-Aqra’ bin Habis berkata, ia memiliki sepuluh anak, tetapi belum pernah mencium satupun.
Baca Juga: Jombang Catat 72 Kebakaran, Wilayah Ini Paling Banyak Kasus
Rasulullah kemudian bersabda: Barang siapa tidak menyayangi, ia tidak akan disayangi.
Pelukan, perhatian, nasihat yang lembut, mendengarkan cerita mereka, dan mendoakan bagian dari pendidikan kepada anak.
Rasulullah juga memberi teladan dalam memperlakukan orang yang berada di bawah tanggung jawab kita.
Anas bin Malik pernah menjadi pelayan Rasulullah selama bertahun-tahun. Anas mengatakan, Nabi tidak pernah mengatakan kepadanya “ah” dan tidak pernah mencela.
Tidak pernah mengatakan, “Mengapa kamu lakukan itu?” atau “Mengapa kamu tidak melakukannya?”
Ini akhlak yang luar biasa.
Baca Juga: Renungan Minggu: Mengampuni Bukan Berarti Melupakan, Ini Maknanya Menurut Alkitab
Orang yang memiliki kekuasaan justru rendah hati. Orang yang menjadi pemimpin tidak menjadikan bawahannya sebagai tempat melampiaskan emosi.
Keluarga sakinah harus dibangun dengan menghormati siapa pun yang berada di sekitar kita, termasuk pembantu, pekerja, tetangga, dan orang-orang yang membutuhkan bantuan.
Rasulullah juga sangat baik kepada tetangga. Punya apapun pasti tetangga diberi.
Nabi bersabda: Jibril senantiasa berwasiat kepadaku tentang tetangga, sampai aku mengira bahwa tetangga akan mendapat bagian warisan.
Jangan mengganggu tetangga dengan suara yang berlebihan. Jangan menyakiti mereka dengan perkataan.
Jangan membuat mereka merasa tidak aman. Sebaliknya, bantulah ketika mereka membutuhkan, tengoklah ketika sakit, dan ikutlah bergembira ketika mendapatkan kebahagiaan. (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz