JombangBanget.id – Perjalanan pulang pasangan suami istri setelah kulakan di Pasar Ploso, Jombang berujung petaka.
Keduanya disergap dan dianiaya begal di jalan kabupaten ruas Ploso–Sumbergondang, Jatibanjar, Jombang, Sabtu (5/9) dini hari.
Pedagang lansia itu berinisial S, 63, bersama istrinya, K.
Keduanya disergap pembegal saat dalam perjalanan pulang melintasi jalan kabupaten ruas Ploso–Sumbergondang, Desa Jatibanjar, Kecamatan Ploso, Jombang.
Baca Juga: 1.500 Warga Terdeteksi TBC dari Mobile Skrining Dinkes Jombang
Korban dilarikan ke RSUD Ploso akibat menderita luka-luka. Sepeda motor korban juga raib dibawa kabur pelaku.
Peristiwa mengerikan itu terjadi pada Sabtu (5/9) dini hari sekitar pukul 02.30 WIB.
Saat kejadian, pasangan suami istri asal Dusun Canggu, Desa Jatibanjar, Ploso, Jombang ini tengah meluncur pulang usai kulakan bahan dagangan di Pasar Ploso dengan mengendarai sepeda motor bernopol Yamaha Vega ZR warna merah.
Anak korban, J, menuturkan pelaku langsung menyerang ayahnya saat hendak berbelok berbelok menuju arah desanya.
Baca Juga: Grebeg Tahu Sumbermulyo Jombang, 14 Gunungan Jadi Rebutan Warga
”Pas mau belok, otomatis nyalakan lampu sein dan ngerem. Tiba-tiba ada orang muncul dari area sawah langsung memukul bapak saya,” ungkap J saat ditemui wartawan, Senin (7/9).
Pelaku yang diperkirakan berusia 40 tahun mengenakan kaos hitam, celana pendek, serta topi tanpa masker menyerang korban menggunakan balok kayu dan senjata tajam.
Hantaman awal mendarat telak di lengan korban hingga membuat motor dan pasutri tersebut terlempar ke aspal.
Bukannya kabur, pelaku justru makin beringas menganiaya S yang sudah terkapar tak berdaya.
Pelaku sempat menghentikan serangannya sejenak saat ada sorot lampu kendaraan lain yang melintas.
Namun, begitu suasana kembali sepi, aksi penganiayaan kembali dilancarkan.
Baca Juga: Gus Zuem: Muktamar 35 dan Khittah 26
Sang istri yang panik berusaha pasang badan merangkul suaminya demi menghalau serangan. Imbasnya, jemari K turut terkena hantaman keras hingga robek dan harus menerima jahitan medis.
”Ibu saya merangkul untuk melindungi bapak. Jarinya sampai kena pukul dan harus dijahit,” beber J.
Usai menganiaya kedua korban, pembegal tersebut kabur membawa lari sepeda motor Yamaha Vega ZR milik korban senilai Rp 3 juta–Rp 4 juta beserta rombong berisi barang dagangan.
Rombong dagangan tersebut akhirnya ditemukan warga tergeletak di pinggir sawah berjarak sekitar dua kilometer dari lokasi kejadian pada pagi harinya.
Baca Juga: Hasil Uji Lab Belum Keluar, Korwil BGN Jombang Malah Bungkam
Akibat insiden tersebut, S melami cedera serius. Selain luka robek di kepala dan pelipis mata kiri, korban menderita patah tulang di jari tangan kanan dan dijadwalkan menjalani tindakan operasi di RSUD Ploso.
Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Ploso Kompol Achmad Chairuddin membenarkan adanya aksi pembegalan sadis di wilayah hukumnya tersebut.
Pihaknya mengonfirmasi telah menerima laporan resmi dan menerjunkan tim untuk melacak keberadaan pelaku.
”Kami sudah mendapat laporannya dan saat ini anggota di lapangan masih melakukan penyelidikan intensif untuk memburu pelaku,” tegas Chairuddin. (riz/naz)
Editor : Ainul Hafidz