JombangBanget.id - Sidak Satgas MBG Kabupaten Jombang di SPPG Mangunan menemukan alat pemeriksaan kualitas air tidak dapat digunakan dan sealer belum tersedia, Kamis (3/9).
Sejumlah kekurangan ditemukan di antaranya jumlah rice steamer yang dinilai kurang, belum tersedianya sealer, serta alat pemeriksaan kualitas air yang tidak dapat digunakan.
Sekdakab Jombang sekaligus Kasatgas MBG Kabupaten Jombang Agus Purnomo mengatakan, sidak dilakukan untuk melihat langsung kondisi SPPG Mangunan setelah muncul dugaan keracunan MBG massal terhadap ratusan siswa SMPN 1 Kabuh.
Baca Juga: Janji Berangkat Meleset, 58 Jemaah Umrah Jombang Masih Tertahan
Menurut Agus, SPPG Mangunan melayani sekitar 2.897 penerima manfaat.
Namun, keluhan kesehatan dalam kasus tersebut sejauh ini hanya dilaporkan dari SMPN 1 Kabuh.
”Penerima manfaat di situ kalau enggak salah kan 2.897. Tapi kenapa yang keracunan kok hanya SMP 1 saja? Kan agak aneh data-datanya,” ujar Agus.
Dari pengecekan di lokasi, Agus menemukan proses memasak tidak dilakukan dalam satu kali produksi. Makanan dimasak dalam beberapa batch, menyesuaikan jumlah penerima manfaat.
Baca Juga: Buntut Ratusan Siswa SMPN 1 Kabuh Jombang Diduga Keracunan, Orang Tua Desak MBG Dihentikan
Di sisi lain, sarana produksi yang tersedia dinilai belum ideal untuk melayani jumlah penerima manfaat sebanyak itu. Salah satunya rice steamer yang hanya tersedia dua unit.
”Rice steamer-nya cuma dua. Seyogianya dengan jumlah penerima manfaat 2.897 itu paling tidak tiga sampai empat,” jelasnya.
Satgas juga menemukan SPPG Mangunan belum memiliki sealer.
Padahal, alat tersebut menjadi salah satu persyaratan dari Badan Gizi Nasional (BGN) sebelum SPPG beroperasi kembali setelah libur sekolah.
”Di situ juga belum ada sealer-nya,” katanya.
Catatan lain berkaitan dengan kualitas air. Saat sidak, alat pemeriksaan air yang tersedia di SPPG tidak dapat digunakan karena baterainya habis.
Baca Juga: Nasib 360 Formasi CASN Jombang Belum Jelas, Bisa Mundur 2027
Satgas kemudian mengecek depot tempat air tersebut diperoleh. Namun, alat di depot tersebut juga mengalami kerusakan sehingga kualitas air yang digunakan belum dapat dipastikan.
”Di posisi deponya juga sama-sama alat-alatnya rusak sehingga enggak tahu pasti,” ungkap Agus.
Menurut dia, pemeriksaan kualitas air diperlukan untuk memastikan air yang digunakan dalam proses produksi aman dan terhindar dari bakteri seperti E. coli.
Selain sarana produksi dan air, Satgas juga mengecek variasi menu MBG. Secara umum, variasi menu dinilai sudah baik. Namun, ada catatan agar daging sapi diberikan secara berkala.
Baca Juga: Proyek Rehab SMP di Jombang, Satu Sekolah Belum Rampung
”Diharapkan paling tidak dalam dua minggu sekali itu harus ada daging sapi,” ujarnya.
Seluruh temuan tersebut dicatat Satgas MBG dan akan dilaporkan kepada BGN sebagai bahan evaluasi. Agus menyebut masih ada sejumlah pembenahan yang perlu dilakukan di SPPG Mangunan.
”Banyak pembenahan, catatan-catatan yang nanti saya sampaikan ke BGN sebagai bahan evaluasi untuk menentukan keputusan ke depan,” tegasnya.
Sementara terkait status SPPG Mangunan setelah kasus dugaan keracunan massal, Agus mengatakan Pemkab Jombang belum memiliki kewenangan menentukan apakah SPPG tersebut akan di-Suspend (dihentikan sementara) atau tidak.
Keputusan tersebut berada di tangan BGN.
”Kalau status itu kewenangan BGN. Kami cuma mengoreksi kekurangan-kekurangan,” pungkasnya. (riz/naz)
Editor : Ainul Hafidz