JombangBanget.id – Sebuah kandang ayam di Desa Tanjunggunung, Kecamatan Peterongan, Jombang terbakar hebat Kamis (4/5) siang.
Akibat kebakaran itu, bangunan kandang ayam yang baru saja panen itupun rata dengan tanah.
Dari data yang dihimpun, kebakaran itu terjadi sekitar pukul 10.55 dan menimpa kandang ayam milik Bambang.
”Kejadiannya itu mendadak sekali, pas saya di warung tadi tidak ada apa-apa, tapi saya tinggal sekitar 10 menit api tiba-tiba sudah mulai membesar,” terang Wati, pemilik warung di depan kandang itu.
Baca Juga: Binrohtal: Tak Hanya Rajin Ibadah, Berikut Tanda Orang Beruntung yang Disebut dalam Alquran
Wati menyebut, api awalnya muncul dari arah tengah kandang. Hingga kemudian terus menyebar ke bagian barat dan timur kandang tersebut.
”Cepat banget nyebarnya, dari tengah terus ngambrak ke samping-samping, apinya juga sangat besar, sampai warga tidak berani mendekat,” lontarnya.
Kandang milik Bambang itu, disebutnya memang tengah kosong. Sepekan lalu, ayam yang ada di dalam baru saja dipanen.
”Waktu kejadian tadi ada tiga orang di dalam situ, pekerjanya untungnya selamat dan berhasil melarikan diri,” terangnya.
Kebakaran itu, terus membesar hingga akhirnya tim pemadam kebakaran datang ke lokasi. Setelah satu jam melakukan penyiraman, api baru berhasil dikendalikan.
Pantauan hingga pukul 11.30, sejumlah petugas PMK masih melakukan pembasahan di sejumlah titik kandang.
“Untuk tim tadi sudah berangkat dan kita lakukan penanganan, untuk kondisi sudah teratasi, tapi masih melakukan pembasahan ini,” terang Kalaksa BPBD Jombang Wiku Birawa Felipe Dias Quintas di lokasi.
Wiku menjelaskan, kandang yang terbakar itu memang tengah kosong. Namun, bangunan berukuran 100x10 meter yang terbuat dari bambu dan atap seng itu, akhirnya rata dengan tanah akibat kebakaran.
Baca Juga: Raperda Miras Jombang Segera Dibahas, DPRD Siapkan Regulasi Lebih Rinci dan Ketat
“Untuk kandangnya kosong, pekerja juga selamat, namun kandangnya seluruhnya habis,.” Lontarnya.
Timnya bersama pihak kepolisian, juga masih terus melakukan pemadaman di lokasi.
”Untuk penyebab dan apa saja yang terdampak, kami masih proses untuk pendataan ini,” pungkasnya. (riz/naz)
Editor : Ainul Hafidz