JombangBanget.id – Tanggul Afvoer (saluran buang) Budugkesambi di Dusun Kandangan, Desa Carangrejo, Kecamatan Kesamben, Jombang jebol.
Saat ini tengah dilakukan penanganan darurat lantaran jebolan tanggul mengancam kawasan pertanian.
Pantauan di lokasi, titik lokasi tanggul jebol berada di kawasan persawahan.
Panjang tanggul jebol hampir 8 meter. Beberapa material sand bag atau sak berisi tanah uruk sudah di titik longsoran.
Petugas juga sibuk memasukkan tanah uruk ke dalam kantong.
”Jadi itu jebolnya sudah satu minggu yang lalu, waktu intensitas hujan tinggi,” kata Kades Carangrejo Supriaji, Jumat (20/6).
Imbasnya saat itu aliran air mengarah ke sawah membuat tanaman padi yang baru saja ditanam ikut terdampak.
”Ada yang tanam ulang, karena tanamannya padi kebanjiran,” imbuh dia.
Sebelum jebol, kondisi tanggul memang kritis. Namun, karena kondisi saat itu debit air tinggi membuat tanggul jebol.
”Sawah di sekitaran tanggul selama ini sering banjir, ketambahan ada tanggul jebol jadi ya tambah parah,” tutur Supriaji.
Kendati begitu, pihak pemilik kewenangan sungai sudah melakukan survei ke lokasi.
Baca Juga: Tanggul Kali Gunting Longsor 12 Meter, Begini Langkah Pemkab Jombang
”Jadi sudah tiga kali BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) Brantas ngecek, hari pertama banjir dan sebelum perbaikan (penanganan darurat),” ujar Supriaji.
Terpisah pelaksana lapangan dari BBWS Brantas Wawan Pramudio menjelaskan, saat ini masih dilakukan penanganan darurat.
”Jadi hari ini (kemarin) baru kita mulai, karena harus mempersiapkan material untuk jumbo bag (kantong besar berisi tanah) dan sand bag,” kata Wawan di lokasi.
Hasil identifikasi di lapangan, tanggul yang jebol butuh penanganan secepatnya. Karena berada di area persawahan.
”Untuk lebar yang jebol sekitar 2-4 meter dengan panjang 8 meter dan kedalaman dari bawah ke atas itu sampai 3 meter,” imbuh dia.
Selain diperkuat dengan pasangan jumbo bag dan sand bag, di bagian atasnya juga akan diuruk.
”Ibaratnya kita kembalikan seperti awal, sehingga di atas sand bag nanti akan kita timbun tanah supaya rata. Permintaan dari kantor (BBWS Brantas) dan pihak desa ini ditutup,” tutur Wawan.
Rencananya penanganan dijadwal selama seminggu kedepan.
”Ketika cuaca mendukung bisa secepatnya, dengan catatan ada tambahan tenaga empat orang. Tidak sampai satu minggu sudah selesai, karena tidak perlu teknik khusus,” kata Wawan. (fid/naz)
Editor : Ainul Hafidz