JombangBanget.id - Aksi gerombolan pemotor membuat resah warga Jombang.
Betapa tidak, tanpa alasan yang jelas, gerombolan yang diduga dari salah satu kelompok perguruan silat ini mengeroyok sejumlah pemuda di sekitar SPBU Perak, Jombang di siang bolong (9/2).
Akibat kejadian, korban mengalami luka-luka memar dan melaporkan kejadian pengeroyokan ke polisi.
Dari data yang dihimpun, aksi itu berlangsung sekitar pukul 07.30.
Dalam video amatir yang didapat Jawa Pos Radar Jombang, gerombolan pemuda yang mengenakan pakaian serbahitam dan beberapa atribut perguruan silat itu, terlihat mengeroyok sejumlah pemuda.
Lokasinya, berada di tengah jalan nasional Desa/Kecamatan Perak.
Para pelaku yang berjumlah puluhan orang itu, tanpa ampun memukuli seorang pemuda tanpa diketahui jelas alasannya.
Aksi itu akhirnya berhenti setelah beberapa warga melerai. Para gerombolan pemotor ini, kemudian melanjutkan perjalanan ke arah Jombang.
Nada Fachril Imani, 26, warga Desa/Kecamatan Perak, pria yang membubarkan aksi pengeroyokan itu menjelaskan, aksi pengeroyokan terjadi sekitar pukul 07.30.
Saat itu gerombolan pemuda menggelar konvoi motor dari arah barat ke timur.
”Ada gerombolan pemuda pakai baju hitam-hitam gitu, naik motor ada juga yang naik mobil. Mereka itu dari arah Kertosono ke arah Jombang, dan jumlahnya ada kalau 100 an orang,” ungkapnya.
Baca Juga: Gerombolan Gangster Bersajam di Jombang Belum Tertangkap, Ini Langkah Kepolisian
Saat melintas di depan SPBU Perak, mereka tiba-tiba saja menyerang tiga pemuda yang baru saja membeli BBM di SPBU Perak.
”Tiga orang yang dipukuli itu habis ngisi bensin mereka, ndak ada apa-apa tiba-tiba dipukuli saja itu,” lanjutnya.
Karena kalah jumlah, tiga pemuda itu pun hanya bisa saat diserang.
Beruntung dua korban berhasil melarikan diri, sementara satu temannya jadi bulan-bulanan gerombolan pembuat onar ini.
”Yang dua itu sempat kabur habis kena pukul, yang satu tersungkur tidak bisa lari akhirnya dihajar-hajar itu,” imbuhnya.
Karena khawatir dengan kondisi korban dan juga membuat kemacetan, aksi anarkistis itu akhirnya dibubarkan warga.
Setelah puas memukuli korbannya, gerombolan yang terpantau menggunakan atribut perguruan silat itupun pergi dan melanjutkan konvoi ke arah Jombang kota.
”Setelah itu korban diantarkan untuk melapor tadi ke kantor polisi,” pungkasnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Perak AKP tri Prayogi membenarkan kejadian itu. Pihaknya juga sudah mendatangi lokasi kejadian dan melakukan pemeriksaan.
”Jadi benar kejadian tersebut, masih dalam lidik,” terangnya.
Senada, Kasi Humas Polres Jombang AKP Kasnasin juga menyebut korban dalam kejadian itu sudah melaporkan ke polisi.
”Korban warga Lengkong, Kabupaten Nganjuk, berusia 22 tahun sudah melapor, dan petugas juga sudah melakukan olah kejadian perkara dan pemeriksaan,” terangnya.
Kasnasin menyebut, polisi hingga kini masih memburu para pelaku.
”Untuk pelaku masih dalam lidik, petugas sedang melakukan pengejaran,” pungkasnya.
Disinggung terkait apakah kasus tersebut berkaitan dengan perguruan silat, Kasnasin menyebut belum bisa memastikannya.
”Untuk unsur tersebut (perguruan silat,Red), kami belum bisa pastikan, yang jelas akan diselidiki terlebih dahulu,” pungkasnya.
Sebelumnya, kawanan gangster bersajam bebuat onar di Kecamatan Plandaan, Minggu (19/1) dini hari.
Kawanan gangster bersajam itu, menyerang warga yang berpapasan dengannya hingga mengalami luka-luka.
Akibatnya, dua orang mengalami-luka setelah motornya ditendang kawanan gangster.
Salah korban merupakan pedagang nasi goreng keliling yang baru pulang belanja di pasar.
Selain itu, kawanan gangster juga memecahkan kaca salah satu rumah warga di Desa Purisemanding, Kecamatan Plandaan.
Usai kejadian, dua korban melapor polisi, namun hingga kini tak satupun pelaku tertangkap. (riz/naz)
Editor : Ainul Hafidz