JombangBanget.id - Seorang wanita asal Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik berinisial MA, 19, nekat melahirkan sendiri bayi yang ia kandung di kamar kos-kosan di Dusun Klagen, Desa Kepuhkembeng, Kecamatan Peterongan, Jombang, Rabu (11/12) petang.
Nahas, akibat persalinan tidak wajar tersebut, bayi ditemukan meregang nyawa di lokasi.
Kasusnya ditangani pihak kepolisian.
Kapolsek Peterongan Iptu Solikin Budi menjelaskan, kejadian tersebut baru diketahui Rabu (11/12) sore.
Semula salah satu rekan MA berniat berbagi makanan untuk tetangga kosnya tersebut.
Saat itu, saksi dibuat kaget lantaran melihat ada bercak darah di kamar MA.
”Saat ditanya MA mengaku darah menstruasi,” terangnya.
Merasa janggal, saksi kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Sunardi, selaku pemilik kos-kosan.
Setelah mendapat laporan itu, pemilik kos-kosan bergegas menuju kamar MA dan berhasil membuka paksa pintu kamar.
Seketika ia dibuat kaget setelah mengetahui ada mayat bayi yang baru dilahirkan di kamar.
Sementara kondisi MA mengalami pendarahan sehabis melahirkan sendiri di kamar.
”Selanjutnya pemilik kos melaporkan ke polisi,” terangnya.
Usai mendapat laporan itu, polisi mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Sementara MA dilarikan ke rumah sakit guna mendapat perawatan. Polisi mengamankan sejumlah barang bukti.
”Ada pakaian milik wanita itu yang diamankan, selain beberapa surat dan handphone miliknya di dalam kamar,” lanjutnya.
Kini, MA dan bayi yang sudah dalam kondisi meninggal dunia itu sudah berada di RSUD Jombang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
”Tentang jenis kelamin dan kondisi bayi selanjutnya kami belum bisa memastikan. Saat ini bayi akan dilakukan otopsi di rumah sakit untuk memastikan kebenaran,” kata dia.
Polisi juga menyebut, MA yang merupakan warga Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik yang diduga melarikan diri dari rumahnya.
”Keterangan dari pemilik kos, wanita itu belum ada sebulan ngekos di situ. Sementara informasi dia masih mencari kerja alasannya, tapi tidak tahu di mana,” terangnya.
Polisi juga telah mendatangkan orang tua MA untuk dimintai keterangan lebih lanjut di Polsek Peterongan.
”Sampai saat ini kendala utamanya adalah pemeriksaan kepada korban yang belum bisa dilakukan karena kondisi psikologisnya belum benar-benar pulih," pungkasnya. (riz/naz)
Editor : Ainul Hafidz