JombangBanget.id – Sebuah video aksi pencurian yang dilakukan seorang pria di musala RSUD Jombang viral di media sosial.
Korban bernama Bambang Siswanto, warga Desa Gumulan, Kecamatan Kesamben, Jombang.
Akibat kejadian ini, uang tunai sebesar Rp 2 juta rupiah berikut dokumen surat-surat penting milik korban raib.
Aksi pelaku terekam closed circuit television (CCTV) rumah sakit.
Dalam video berdurasi 1.26 menit memperlihatkan sejumlah keluarga pasien tengah tertidur pulas di serambi musala.
Tak berselang lama, datang seorang pria menngenakan masker masuk ke musala sambil melepas jaket.
Setelahnya, pria asing ini duduk di dekat pintu musala sambil melihat situasi sekitar.
Merasa aman, pria tersebut dengan cepat mengambil sebuah tas milik salah satu pria yang tengah tertidur pulas.
Setelahnya pelaku segera kabur. Pelaku berhasil menggondol uang tunai sebesar Rp 2 juta, serta sejumlah dokumen surat penting.
Saat dikonfirmasi, Direktur RSUD Jombang Ma’murotus Sa’diyah membenarkan peristiwa tersebut.
”Laporan dari teman-teman keamanan, peristiwa terjadi pada Sabtu dini hari sekitar pukul 02.00 WIB di musala,” ujarnya, Senin (30/9).
Ia menjelaskan, saat itu korban sedang tertidur lelap di musala RSUD Jombang, sementara dompet korban tidak ditempatkan di tempat yang aman.
Hal itu juga terlihat dari rekaman CCTV. ”Korban sedang menunggu keluarganya yang sakit. Terlihat dari CCTV, dompetnya tidak dikantongi,” imbuhnya
Setelah terbangun dan sadar tas hilang, korban langsung melapor kepada pihak keamanan RSUD Jombang serta pihak kepolisian.
”Korban lapor ke keamanan dan kepolisian, kami juga berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mencari barang bukti seperti CCTV,” terangnya.
Sebenarnya pihak RSUD Jombang sudah memberikan imbauan secara tertulis kepada para pengunjung agar tidak tidur di musala rumah sakit.
Hal itu, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diiinginkan terjadi.
”Kami juga memiliki himbauan kepada masyarakat, sudah tertulis di beberapa tempat, seperti dilarang tidur di musaala dan tempat fasum lain. Musala juga bukan tempat tidur, dan barang-barang harusnya dijaga,” tandasnya.
Dijelaskan, sistem keamanan di RSUD Jombang sudah dijaga secara ketat.
Namun, terkait keamanan pribadi, ia mengimbau masing-masing pasien dan penunggu pasien selalu meningkatkan kewaspadaan.
”Sistem keamanan kami sudah optimal, kami memiliki satpam yang setiap 2 jam itu bergantian bergilir, dan ada akses 6 titik keluar masuk yang dijaga juga oleh satpam,” pungkasnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Jombang AKP Soesilo mengatakan, pihaknya sudah mendengar informasi tersebut.
Sampai saat ini belum ada laporan masuk ke pihaknya.
”Sampai saat ini belum ada laporan ke kita,” ujar dia. (ang/naz)
Editor : Ainul Hafidz