Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Kemenhub Temukan Indikasi Sopir Berkendara Terlalu Kencang, Kecelakaan Rombongan Study Tour SMP PGRI 1 Wonosari Malang di Jalan Tol Jombang-Mojokerto

Achmad RW • Jumat, 24 Mei 2024 | 15:40 WIB
HANCUR: Petugas dari Kemenhub dan Dishub melakukan pengecekan bus yang membawa rombongan siswa SMP PGRI 1 Wonosari Malang, mengalami kecelakaan di Km 694.600 Tol Jombang-Mojokerto (Jomo).
HANCUR: Petugas dari Kemenhub dan Dishub melakukan pengecekan bus yang membawa rombongan siswa SMP PGRI 1 Wonosari Malang, mengalami kecelakaan di Km 694.600 Tol Jombang-Mojokerto (Jomo).

JombangBanget.id – Sejumlah ahli didatangkan untuk pemeriksaan lanjutan, Kamis (23/5).

Menyusul kecelakaan rombongan study tour SMP PGRI 1 Wonosari Malang di Tol Jombang-Mojokerto (Jomo) yang menewaskan dua orang.

Selain sopir tunggal dalam keadaan mengantuk dan sempat tertidur, Kemenhub menemukan ada indikasi overspeed alias berkendara terlalu kencang.

“Jadi hari ini kami masih memanggil saksi ahli dari Kementerian Perhubungan dan Dishub Jombang, untuk menguji kelaikan jalan bus,” terang Kasatlantas Polres Jombang AKP Nur Arifin.

Pemeriksaan kelaikan jalan itu untuk melihat kemungkinan ada penyebab lain selain human eror.

“Hasilnya nanti tentu akan jadi pertimbangan penyidik untuk melakukan penetapan tersangka,” terangnya.

Selain itu, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan dan olah data dari TAA Ditlantas Polda Jatim.

“Jika sudah, akan dilaksanakan gelar perkara dan penetapan tersangka,” tambahnya.

Hingga Rabu (23/5), status Yanto, 30, sopir Bus PO Bimorio yang membuat dua orang tewas masih sebagai saksi.

“Sampai hari ini total ada 13 orang jadinya yang sudah diperiksa,” tegas Arifin.

Sementara itu, Korsatpel UPPKB Trowulan Kementerian Perhubungan Imam Nawaji, menyampaikan salah satu fakta terungkap jika kemungkinan ada indikasi overspeed alias berkendara terlalu kencang.

Baca Juga: Adu Moncong di Ploso Jombang, Pengemudi Sepeda Motor Asal Mojokerto Tewas

“Jadi sejak kemarin kami melakukan pemeriksaan bus, tadi memintai keterangan sopir juga,” terangnya di Mako Satlantas Polres Jombang, Jumat (23/5).

Dari pemeriksaan kendaraan sementara, lanjutnya, diketahui tak ada yang janggal. Kendaraan bisa dibilang dalam kondisi baik.

Uji KIR bus juga masih dalam kondisi hidup.

“Kalau mobil (Kendaraan, Red) sebenarnya masih fix (layak jalan, Red), memenuhi syarat,” ungkapnya.

Kendati demikian, ada satu hal yakni nomor uji kendaraan yang hingga kemarin belum ditemukan petugas.

Selain itu, ada indikasi besar jika pemicu kecelakaan ini adalah human eror.

“Seperti waktu ditanya sopir mengaku mengantuk, dan sempat ketiduran, karena memang dia sopir tunggal,” lontar dia.

Termasuk adanya indikasi overspeed alias kecepatan terlalu tinggi sebelum terjadi kecelakaan.

Semua hasil pemeriksaan itu akan diserahkan ke pihak kepolisian sebagai tambahan barangbukti.

“Yang jelas dari GPS sementara menunjukkan kecepatan mencapai 108 kilometer perjam,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, bus pariwisata yang membawa rombongan study tour SMP PGRI 1 Wonosari Malang mengalami kecelakaan di KM 694.600 A Tol Jombang Mojokerto.

Bus menabrak bodi belakang truk nopol N 9674 UH yang membawa gerabah.

Akibatnya, dua orang tewas di lokasi dan 14 lainnya mengalami luka-luka. Bodi bus juga rusak berat di bagian depan. (riz/bin)

Editor : Ainul Hafidz
#kecelakaan #pgri #bus #kemenhub #MOJOKERTO #study tour #wonosari #jalan tol #SMP #Malang #Jombang