Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gus Zu'em: Kesebelasan Iran & Sultan Saladin

A
Penulis: Ainul Hafidz❯
KH Zaimuddin Wijaya As
KH Zaimuddin Wijaya As'ad atau Gus Zu'em.

Advertisement

PIALA Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko menyuguhkan ironi yang menarik perhatian dunia.

Di tengah memanasnya hubungan politik antara Amerika Serikat dan Iran, kesebelasan Iran tetap hadir dan bertanding di negeri yang selama ini menjadi lawan politik negaranya.

Bahkan, ketika sebagian anggota delegasi Iran mengalami kendala visa dan Iran menuding adanya perlakuan diskriminatif, para pemain tetap datang untuk menjalankan misi olahraga mereka, meski harus menginap di Meksiko.

Advertisement

Peristiwa ini mengajarkan satu pelajaran penting: manusia yang beradab mampu membedakan antara konflik politik dan nilai kemanusiaan.

Mereka memahami bahwa perang tidak harus menghapus akal sehat, dan perbedaan tidak harus membunuh penghormatan terhadap sesama.

Advertisement

Dunia modern sering kali terjebak dalam logika hitam-putih. Jika berbeda pandangan politik, maka seluruh hubungan harus diputus.

Jika terjadi konflik, maka semua pihak dianggap musuh tanpa kecuali. Namun sikap yang ditunjukkan kesebelasan Iran memberikan pesan berbeda.

Mereka datang bukan sebagai pasukan perang, melainkan sebagai atlet. Mereka hadir untuk bertanding, bukan untuk memperpanjang permusuhan.

Fenomena ini mengingatkan kita kepada salah satu tokoh besar dalam sejarah Islam, yaitu Shalahuddin al-Ayyubi yang dalam literatur barat disebut Sultan Saladin.

Nama Saladin dikenang bukan hanya karena kemenangan militernya, melainkan karena kemuliaan akhlaknya.

Advertisement

Artikel Terkait

Gus Zuem: Manuk Gelatik Digendong Kalkun

Gus Zuem: Manuk Gelatik Digendong Kalkun

MEMBERSAMAI pembubaran panitia peringatan Hari Santri Nasional PCNU Jombang, di halaman SMA 2 Darul’Ulum, perasaan saya campur aduk.

Gus Zuem: Santri: Idealita dan Realita

Gus Zuem: Santri: Idealita dan Realita

MENJELANG Hari Santri, kita kembali diingatkan pada peran besar kaum santri dalam perjalanan bangsa.

Gus Zuem: Habis Muktamar, Terbitlah Somasi

Gus Zuem: Habis Muktamar, Terbitlah Somasi

MUKTAMAR NU yang fenomenal di Tambak Beras telah berakhir. Fenomenal, karena di sepanjang sejarah, baru kali ini dibuka dan ditutup oleh presiden yang akhirnya ber-KARTANU.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer