JombangBanget.id - Sebanyak 14 SMP di Kabupaten Jombang yang masuk revitalisasi tahap kedua belum mulai dikerjakan meski dokumen persyaratannya telah lengkap.
Disdikbud Jombang masih menunggu kepastian jadwal dan berharap pekerjaan bisa dimulai dalam waktu dekat.
Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang, Eko Sisprihantono, mengatakan pihaknya masih menunggu informasi lebih lanjut terkait pelaksanaan revitalisasi tahap kedua.
Baca Juga: 1.500 Warga Terdeteksi TBC dari Mobile Skrining Dinkes Jombang
”Yang tahap dua belum. Mudah-mudahan minggu depan ini,” ujarnya.
Menurutnya, proses kelengkapan administrasi sebelumnya telah dilakukan. Dokumen tersebut disiapkan masing-masing sekolah bersama tim teknis.
Dokumen yang harus dipersiapkan antara lain berupa Rencana Anggaran Biaya (RAB), gambar teknis, dan sejumlah dokumen pendukung lainnya.
”Sudah, sudah. Dokumennya sudah,” tegasnya.
Baca Juga: Grebeg Tahu Sumbermulyo Jombang, 14 Gunungan Jadi Rebutan Warga
Dengan begitu, sebanyak 14 sekolah yang masuk dalam tahap kedua tersebut belum memasuki proses penandatanganan kerja sama (PKS).
Eko menegaskan, proses revitalisasi tahap kedua tersebut tetap ditargetkan dapat dilaksanakan dan diselesaikan pada tahun ini.
Dengan durasi kontrak sekitar 90 hari, pelaksanaan pekerjaan diperkirakan dapat berlangsung pada rentang September hingga Desember.
”Kalau kontraknya 90 hari, insyaallah bisa. September, Oktober, November, Desember,” katanya.
Namun, durasi pelaksanaan revitalisasi tidak seluruhnya sama.
Pada tahap sebelumnya terdapat pekerjaan yang memiliki durasi kontrak hingga 120 hari. Sementara untuk tahap kedua yang berkaitan dengan perubahan anggaran melalui PAK, pelaksanaannya diperkirakan menggunakan durasi sekitar 90 hari.
”Kalau revitalisasi tergantung, ada yang awal itu 120 hari. Kalau yang ini mungkin terbitnya juga tidak terlalu banyak, mungkin di 90 hari,” ungkap Eko.
Baca Juga: Gus Zuem: Muktamar 35 dan Khittah 26
Sementara, tiga sekolah masuk dalam tahap pertama revitalisasi tersebut antara lain SMPI Ihsyaniat Ngoro, SMP Global Sumobito, dan SMP Unggulan Al-Ittihad Mojowarno.
Telah memulai proses pembangunan. Seluruh proses diperkirakan sudah lebih dari 50 persen pengerjaan. (wen/ang)
Editor : Ainul Hafidz